A. Pengertian

Penyakit kaki gajah atau Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Dinamakan penyakit kaki gajah karena memang daerah yang terkena akan membengkak seperti kaki gajah.

Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapat pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik laki-laki maupun perempuan. Akibat dari penyakit ini, bukan hanya tidak indah dipandang, penderita tidak dapat bekerja secara optimal, bahkan hidup tergantung pada orang lain sehingga menjadi beban keluarga.

Penyakit ini dapat disebabkan oleh infestasi satu atau dua cacing jenis filaria yaitu  Wuchereria bancofti atau Brugla malayi. Cacing ini ditemukan didalam sistem peredaran darah limfe, otot, jaringan ikat atau rongga serosa pada vertebrata. Cacing bentuk dewasa dapat ditemukan pada pembuluh dan jaringan limfe pasien.

B. Cara Penularan

Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghisap darah orang tersebut.

Tidak seperti malaria dan Demam berdarah, filariasis dapat ditularkan oleh 23 jenis / spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes dan Armigeres. Karena inilah, filariasis dapat menular dengan sangat cepat.

Di Indonesia penyakit kaki gajah tersebar luas diseluruh provinsi. Berdasarkan hasil survei tahun 2000 yang lalu tercatat 1553 desa di 647 puskesmas dan 26 propinsi sebagai lokasi endemis, dengan jumlah kasus kronis tercatat ada 6233 orang.

C. Gejala Klinis

Gejala Filariasis atau Elephantiasis akut berupa:

  1. Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat.
  2. Pembengkakan kelenjar getah bening ( tanpa ada luka ) didaerah lipatan paha, ketiak ( lymphadenitis ) yang tampak kemerahan, panas dan sakit.
  3. Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung ( retrograde lymphangitis )
  4. Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah.
  5. Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar ( elephantiasis skroti )

D. Diagosis

Masa prepaten : 8-16 bulan.

Keluhan utama / pokok

Akut :

v  Selfagia

v  Anoreksia

v  Menggigil

v  Demam 3-5 hari, interval tak teratur.

Kronis:

v  Ekstremitas semakin membesar ( elephantiasis ).

E. Komplikasi

  1. Hidrokel.
  2. Kiluri
  3. Kiloasites.

F. Penatalaksanaan/pengobatan

Terapi Umum

Istirahat

  1. Bed rest dalam keadaan akut.
  2. Perban elastis untuk menahan edema, elephantiasis
  3. Kain penahan untuk orkitis dan epididimitis.
  4. Diet
  5. Medikamentosa
    1. Obat Pertama

1). Diethylcar bamazine ( DEC ), obat pilihan.

Dosis 3×2 mg/hari, mulai dosis kecil lalu ditingkatkan 3×3 mg

selama 21 hari.

2). DEC untuk terapi masal : 100 ( 1 tablet ) perminggu uyntuk umur >

10 tahun selama 40 minggu untuk umur > 2-9 tahun dosis 50 mg

( ½ tablet )

3). Ivermectin. Dosis tunggal 200    / kg BB diikuti 400      , masih

perlu DEC.

4). Antimikroba bila ada infeksi sekunder.

  1. Obat Alternatif
  2. Pembedahan pada kasus-kasus tertentu.

G. Pencegahan.

Pencegahan dapat dilakukan dengan :

  1. Berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk menular.
  2. Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk.
  3. Membersihkan semak-semak disekitar rumah.
About these ads