1. Pengertian Narkoba

WHO ( 1969 ) memberikan batasan tentang obat ( drug ) adalah sebagai barikut : obat adalah setiap zat ( bahan / substansi ) yang jika masuk ke dalam organisme hidup akan mengadakan perubahan pada satu atau lebih fungsi – fungsi organisme tersebut

Menurut WHO (1982) Semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis tidak termasuk makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal.

Narkoba adalah istilah umum yang merupakan kependekan dari Narkotika dan obat – obat terlatang, yang meliputi :

    1. Narkotika, yaitu suatu obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis atau semisintatis, yang dapat menyebabkan  penurunan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan nyeri dan dapat menyebabkan ketergantungan. ( UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika )
    2. Psikotropika, yaitu zat obat baik alamiah maupun sintesis yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada sususan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. ( UU No.5 tahun 1997 tentang psikotropika )
    3. Zat adiktif lainya, yaitu bahan lain ( bukan Narkotika atau Psikotropika ) yang penggunaannya menimbulkan ketergantungan psikologis  dan fisik. ( Depkes, 2001 )

Ketergantungan fisik ditimbulkan akibat adaptasi susunan syaraf tubuh (naurobiologis) untuk mengdirkan yang ditandai dengan gejala putus zat (withdrawal symptom) seperti : timbul kuku coklat, nyeri sendi, diare, mual, muntah, berdebar – debar, berkeringat meringis demam dan susuh tidur.

Ketergantungn psikis adalah pada perilaku yang sangat berat untuk memperoleh narkoba agar memperoleh kenikmatan, apabila pemakai zat dihentikan akan menimbulkan gejala gelisah atau kecemasan, depresi, mendaban Narkoba ( sugesti atau craving ), lekas marah dan tidak nyaman. Penyalahgunaan obat (drug abuse) berasal dari kata “salah guna” atau “tidak tepat guna” merupakan suatu penyelewengan penggunaan obat bukan untuk tujuan medis atau pengobatan / tidak sesuai indikasinya.

  1. Jenis – jenis Narkoba
  1. Narkotika

Nakotika adalah zat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintasis maupun bukan semi sintasis yang menyebabkan pengaruh bagi penggunanya. Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, hilangnya semangat, halusinasi atau timbulnya khayalan – khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya. Jenis – jenis narkoba yang termasuk narkotika opium. Kokain, ganja dan sebagainya.

1)      Golongan I ( tidak digunakan untuk tujuan medis ), seperti :

a)      Morfin

Morfin merupakan zat aktif ( narkotika ) yang berasal dari candu melaluai pengolahan secara kimia. Umumnya candu mengandung 10% morfin. Cara pemakaian disuntik dibawah kulit kedalam otot atau darah ( intravena ).

Adapun efek dari morfin adalah :

–          Menimbulkan euphoria

–          Mual, muntah, sulit buang air besar ( konstipasi )

–          Kebingunan ( konfusi )

–          Dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar – debar

–          Gelisah dan perubahan suasana hati

–          Mulut kering dan muka berubah

b)      Heroin atau putaw

Merupakan golongan narkotika semisitesis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara kimiawi meliputi 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99% heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berbentuk putih keabuan ( street heroin ). Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga beraksi lebih kuat dari morfin itu sendiri. Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap.

Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat / rushing sensation (30-60 detik) diikuti rasa mengenagkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euphoria). Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya.

Adapun efek dari Heroin / putaw adalah :

–          Denyut nadi melambat

–          Tekanan darah menurun

–          Otot menjadi lemas / relaks

–          Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point)

–          Hilang / berkurang percaya diri

–          Dissosial / tidak bersahabat

–          Pupil mata mengecil atau melebar

–          Euforia, rasa gembira tanpa sebab ( aneh ), atau sebaliknya disforia

–          Apatis

–          Lemas tiada tenaga / lesu ( reterdasi psikomotor )

–          Mengantuk / tidur

–          Bicara cadel

–          Gangguan pemusatan perhatian / konsentrasi

–          Tingkahlaku maladaptif : ketakutan , kecurigaan ( paranoid ), gangguan menilai realitas gangguan dalam fungsi sosial dan pekerjaan

–          Penyimpangan perilaku : berbohong, menipu, mencuri, kriminal

–          Efek samping : kesulitan dorongan sexual, konstipasi, jantung berdebar – debar, kemerahan dan gaal sekitar hidung, timbul gangguan kebiasaan tidur

–          Gejala putus opiat / zat ( sakoi ) yaitu bila konsumsi opiat dihentikan :

  • Air mata berlebihan ( lakrimasi )
  • Cairan hidung berlebihan ( rhinorea )
  • Pupil mata melebar ( dilatasi pupil )
  • Keringat berlebihan
  • Mual, muntah, diare
  • Bulu rambut / kuduk berdiri ( bergidik, piloereksi )
  • Mulut menguap ( yawning )
  • Tekanan darah naik
  • Jantung berdebar – debar
  • Demam
  • Sukar tidur ( insomnia )
  • Nyeri otot ( kejang ) dan nyeri tulang – belulang
  • Nyeri kepala
  • Nyeri / ngilu sendi – sendi
  • Mudah marah, emosional an agresif

Jika sudah toleransi, semakin mudan depresi dan marah sedangkan efek euphoria semakin ringan atau singkat

c)      Kokain

Mempunyai 2 bentuk, yaitu bentuk asam (kokain hodroksida) dan bentuk basa (free base). Kokain asam berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dibandingkan bentuk basa  bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit.

Nama jalanan biasanya disebut koka, coke, happy dust, snow, charlie, srepet, disalah gunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau benda yang mempunyai permukaan datar. Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau gulungan yang terbuat dari kertas. Cara lain dengan cara dibakar bersama tembakau disebut cocopuff. Menghisap kokain beresiko luka pada sekitar hidung bagian dalam.

Efek yang ditimbulkan kokain :

–          Menimbulkan keriangan, kegembiraan yang berlebihan

–          Kegelisahan ( agitasi ), kewaspadaan dan dorongan sexual

–          Pengguanaan jangka panjang mengurangi barat badan

–          Timbul masalah kulit

–          Kejang – kejang, kesulitan bernafas

–          Sering mengeluarkan dahak dan lender

–          Merusak paru ( episema )

–          Memperlambat pencernaan dan menutupi selera makan

–          Paranoid

–          Merasa seperti kutu yang merambat diatas kulit (cocaine bugs)

–          Gangguan penglihatan ( snow light )

–          Bicara seperti menelan (slurred speech )

d)     Ganja atau kanabis ( Marijuana )

Berasal dari tanaman cannabis sativa dan cannabis indica. Pada tanaman ini mengndung 3 zat utama yaitu tetrahidrokanabinol, kanabinol dan kanabidiol. Cara penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok.

Efek yang ditimbulkan ganja adalah :

–          Denyut jantung dan nadi lebih cepat

–          Mulut dan tenggorokan kering

–          Merasa lebih santai, banyak bicara dan bergembira

–          Sulit mengingat suatu kejadian

–          Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan koordinasi

–          Kadang – kadang menjadi agresif behkan kekerasan

–          Bila pemakainnya dihentikan dapat diikuti dengan sakit kepala, mual yang berkepanjangan, rasa letih / capek

–          Gangguan kebiasaan tidur

–          Sansitive dan gelisah

–          Berkeringat

–          Selera makan bertambah

Gejala Psikologik :

–          Euforia, rasa gembira tanpa sebab ( aneh )

–          Halusinasi dan delusi ( wahan, yaitu keyakinan dan tidak rasional )

–          Perasaan waktu berlalu dengan lambat ( misalnya 10 menit dirasakan 1 jam )

–          Apatis

Gejala fisik :

–          Mata merah

–          Nafsu makan bertambah

–          Mulut kering

Perilaku maladptif : ketakutan, kecurigaan ( paranoid ), gangguan menilai realistis gangguan dalam fungsi sosial dan pekerjaan

e)      Opium atau Opiat ( Candu )

Merupakan getah berwarna putih, seperti air susu, keluar dari kotak  biji tanaman papaver somniferum yang belum matang. Opium merupkan Golongan Narkotika Alami yang sering digunak

an dengan cara dihisap ( inhalasi ).

Efek yang ditimbulkan candu :

–          Menimbulkan rasa kesibukan ( rushing sensation )

–          Menimbulkan semangat

–          Merasa waktu berjalan lambat

–          Pusing, kehilangan keseimbangan / mabuk

–          Marasa birahi meningkat ( hambatan seksual hilang )

–          Timbul masalah kulit disekitar mulut dan hidung

2)      Golongan II ( digunakan untuk terapi sebagai pilihan akhir karena adanya efek ketergantungan yang kuat ), seperti :

a)      Petidin

Petidin adalah opioda sintetik yang mempunyai efek analgesic 1/5 kekuatan analgesic morfin. Petidin mempunyai efek hipotesis karena mengakibatkan vasodilatasi. Pada dosis tinggi, hal iini dapat mengakibatkan kejang.

b)      Metadon

Metadon atau dolofin adalah opioda sintetik yang mempunyai masa kerja lebih lama dari pada morfin dan lebih efektif pada penggunaan secara oral dari pada morfin. Methadone banyak dipakai untuk detoksifikasi ketergantungan morfin atau heroin, serta methadone maintenance program dengan harapan orang tidak kembali pada ketergantungan morfin dan heroin.

3)      Golongan III ( digunakan untuk terapi efek ketergantungan yang kecil ), seperti :

a)      Kodein

Kodein merupakan alkoidia alamiah yang terdapat dalam opium mentah sebanyak 0,7-2,5%. Kodein adalah opioida yang paling banyak digunakan dalam pengobatan. Biasanya dibuata dari morfin yang terdapat pada opium. Kodein mempunyai efek analgesic lemah, sekitar 1/12 kekuatan analgesic morfin. Kodein adalah antitusif ( antibatuk ) yang kuat dan tidak dapat dipakai untuk menghiangkan nyeri. Kodein dijumpai dalam air seni sampai dua hari setelah penggunaan terakhir. Dosis fatal kodein adalah 800 mg.

  1. Psikotropika

Zat yang dapat menurunkan aktifatas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan prilaku, disertai dengan timbulnya efek halusinasi ( mengkhayal ), ilusi, gangguan cara berfikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi ( merangsang ) bagi para pemakainya.

1)      Golongan I ( tidak digunakan untuk pengobatan dengan potensi ketergantungan yang sangat kuat ), seperti :

a)      LSD ( Lysergic Acid )

Termasuk kedalam golongan halusinogen ( membuat khayalan ) yang biasa diperoleh dalam bentuk kertas barukuran kotak kecil sebesar ¼ parangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul. Cara menggunakan dengan meletakan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi stelah 30 – 60 menit kemudian berakhir setelah 8- 12 jam.

Efek dari LSD adalah :

–          Timbul rasa yang disebut tripping yaitu halusinasi tempat, warna dan waktu

–          Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu sehingga timbul obsesi terhadap yang dirasakan dan ingin hanyut didalamnya

–          Menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama kelamaan menbuat perasaaan khawatir yang belebihan (paranoid)

–          Denyut jantung dan tekanan darah meningkat

–          Diafragma mata ( pupil ) melebar dan demam

–          Disorientasi

–          Depresi

–          Pusing

2)      Golongan II ( berkhasiat terapi tetapi dapat menimbulakan ketergantungan ), seperti :

a)      Afetamin

Nama generic / turunan afetamin adalah D-pseudo epineprin. Ada 2 jenis afetamin yaitu MIDMA ( Metil Dioksi Metefitamin ) dikenal dengan nama ekstasi. Nama lain Fantcy Pils, Inex. Metafetamin bekerja labih lama dibanding MDMA ( dapat mencapai 12 jam ) dan efek halusinasinya labih kuat. Nama lainnya Shabu, Ss, Ice. Cara penggunaan dalam bentuk pil diminum. Dalam bentuk kristan dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya melalui hidung atau dibakar dengan menggunakan mamakai botol kaca yang dirancang khusus ( bong ). Dalam bentuk kristal yang dilarutkan dapat juga melalui suntikan kedalam pembuluh darah ( intervena ).

Efek dari Afetamin adalah :

–          Jantung terasa sangat berdebar – debar ( heart thumps )

–          Suhu badan naik / demam

–          Tidak bisa tidur

–          Merasa sangat bergembira ( euphoria )

–          Menimbulkan hasutna ( agitasi )

–          Banyak bicara ( talkactiveness )

–          Menjadi lebih berani / agresif

–          Kehilangan nafsu makan

–          Mulut kering dan merasa haus

–          Berkeringat

–          Tekanan darah meningkat

–          Mual dan merasa sakit

–          Saki kepala, pusing tremor / gemetar

–          Timbul rasa latih, takut dan depresi dalam beberapa hari

–          Gigi rapuh, gusi menyusut karena kekurangan kalsium

3)      Golongan III ( kelompok hipnotik sedativ ), seperti :

Sedative ( obat penenang ) dan hipnotikum ( obat tidur ). Nama jalanannya BDA antara lain BK, Lexo, MG, Rohip, Dum. Cara pemakaian BDZ dapat diminum, disuntik intravena dan melalui dubur. Bila BDZ dicampur dengan zat lain seperti alkohol, putaw bias berakibat fatal karena menekan sistem pusat pernapasan.

Efes samping :

–          Akan mengurangi pengendalian diri dan pengambilan keputusan

–          Manjadi sangat acuh dan tidak peduli dan bila disuntik akan menambah resiko infeksi HIV / AIDS dan Hepatits B dan C akibat pemakaian jarum bersama

Sedangkan obat tidur / hipnotikum terutama golongan barbiturate dapat disalahgunakan misalnya seconal.

Efek samping :

–          Terjadi gangguan konsentrasi dan keterampilan yang berkepanjangan

–          Menghilangkan kekhawatiran dan ketegangan ( tension )

–          Perilaku aneh atau menunjukan tanda kebingungan proses berfikir

–          Nampak bahagia dan samtai

–          Bicara seperti sambil menelan ( slurred speech )

–          Jalan sempoyongan

–          Tidak bisa memberi pendapat dengan baik

4)      Golongan IV ( berefek ketergantunagan ringan ), seperti :

a)      Obat Penenang / Obat Tidur

Di dunia kedokteran terdapat jenis obat yang berkhasiat sebagai obat anti-cemas ( penenang ) dan anti-insomnia ( obat tidur ), atau yang dikenal sebagai obat sedativa dan hipnotika yang termasuk dalam golongan benzodiazepin dan barbiturat. Golongan ini tidak termasuk kedalam kelompok narkotika melainkan masuk kedalam kelompok psikotropika ( golongan IV ).

Golongan sedativa dan hipnotika ini sangat bermanfaat bagi pengobatan mereka ( pasien ) yang menderita stres dengan gejala – gejala kecemasan dan gangguan tidur ( insomnia ). Penggunaan obat jenis ini harus dibawah pengawasan dokter dan hanya boleh dibeli dengan resep dokter diapotik ( golongan daftar G ).

Dalam kenyataannya golongan dafter G ini banyak beredar dikios – kios obat kaki lima dan diperjual belikan secara bebas. Penjualan bebas ini sangat berbahaya bila dikonsumsi oleh remaja yang mengenalnya sebagai pil koplo, kerena mereka memakianya tidak atas indikasi medis, tanpa resep dokter dan melebihi dosis yang ditentukan yang menyebabkan adiksi ( ketagihan ).

Penyalahgunaan (overdosis) obat penenang dan obat tidur (sedativa dan hipnotika) yang tergolong psikotropika dapat menimbulkan gangguan mental dan perilaku bagi pemakainya dengan gejala – gejala sebagai berikut :

–          Gejala Psikologik

  • Emosi labil
  • Hilangnya hambatan impuls seksual dan agresif
  • Mudah tersinggung dan marah
  • Banyak bicara ( yang sering kali “tidak nyambung” ).

–          Gejala Neurologik ( Saraf )

  • Pembicaraan cadel ( slurred speech )
  • Gangguan koordinasi
  • Cara jalan yang tidak mantap
  • Gangguan perhatian atau daya ingat

–          Efek Perilaku Maladaptif

Misalnya gangguan daya nilai realitas, halangan dalam fungsi sosial atau pekerjaan, dan gagal bertanggung jawab.

Bagi mereka yang sudah katagihan bila pemakainya dihentikan akan muncul gejala – gejala putus zat, sebagai berikut :

  • Mual dan muntah
  • Kelelahan umun atau keletuhan
  • Hiperaktivitas autonomik ( misalnya berdebar – debar, tekanan darah naik, berkeringat )
  • Kecemasan ( rasa takut dan gelisah )
  • Afak defresif atau iritabel ( rasa murung, sedih atau mudah tersinggung dan marah )
  • Hipotensi otrostatik ( tekanan darah rendah bila berdiri)
  • Tremor kasar ( gemetar ) pada  tangan, lidah dan kelopak mata

Dari penelitian menunjukan bahwa penyalahgunaan sedativa dan hipnoptika pemuda bagi remaja untuk selanjutnya terlibat dalam penyalahgunaan narkotika ( ganja, heroin, kokain ), miras dan zat adiktif lainnya ( shabu – shabu / ekstasi )

  1. Zat adiktif lainnya, seperti :

Bahan bahaya ini adalah zat adiktif bukan narkotika atau psikotropika atau zat – zat baru hasil olahan manusiayang dapat menyebabkan efek kecanduan. Adapun zat adiktif yang termasuk kedalam kategori ini adalah minuman keras yang mengandung alkohol dan nikotin yang terdapat pada rokok dan inhalasia atau solven.

1)      Alkohol

Merupakan suatu zat yang paling sering disalahgunakan. Alkohol diperoleh atas peragian / fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi – umbian. Dari peragian diperoleh alkohol 15% tetape dengan penyulingan ( destilasi ) dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai 100%. Kadar alkohol dalam darah maksimal mencapai 30 – 90 menit. Setelah diserap, alkohol / etanol disebarluaskan keseluruh jaringan dan cairan tubuh. Dan peningkatan kadar alkohol dalam darah orang akan menajadi euphoria namun dengan penurunannya orang akan depresi.

Dikenal 3 golongan alkohol yaitu :

–          Golongan A : kadar etanol 1 – 5% ( bir )

–          Golongan B : kadar etanol 5 – 20% ( minuman anggur / wine )

–          Golongan C : kadar etanol 20 – 45% 9 whiskey, vodca, TKW, Manson House, Johny Walker, Kamput )

Pada umumnya alkohol :

–          Akan menghilangkan perasaan yang menghambat atau meringani

–          Merasa lebih tegar berhubungan secara sosial ( tidak menemui masalah )

–          Merasa senang dan banyak tertawa

–          Menimbulkan kebingungan

–          Tidak mempu berjalan

1)      Gejala Fisiologik :

–          Bicara cadel

–          Gangguan koordinasi

–          Cara jalan yang tidak menetap

–          Mata jereng ( nistakmus )

–          Muka merah

2)      Gejala Psikologik :

–          Perubahan alam perasaan

–          Mudah marah dan teringgung

–          Banyak bicara ( melantur )

–          Hendaya atau gangguan perhatian / konsentrasi. Hendanya ini besar pengaruhnya bagi terjadinya kecelakaan lalulintas

3)      Gejala putus Alkohol ( bila konsumsi dihentikan ) :

–          Gemetaran ( tremor ) kasar pada tangan, lidah dan kelopak mata

–          Mual dan muntah

–          Kelemahan

–          Jantung berdebar – debar, tekanan darah mrninggi dan keringat berlebihan

–          Kecemasan ( gelisah, tidak tenang, rasa ketakutan )

–          Perubahan alam perasaan ( pemurung dan mudah tersinggung, deoresi berat, pikiran kematian dan keinginan bunuh diri )

–          Tekanan darah menurun karena perubahan posisi tubuh (hipotensi otrostatik)

–          Halusinasi pendengaran ( mendengar suara- suara ancaman padahal tidak ada sumber / stimulus suara itu )

2)      Rokok

Rokok termasuk zat adiktif ( yang menimbulkan kecanduan / ketagihan ) dan sifatnya dapat merusak kesehatan. Rokok sebagai penyebab awal bagi seseorang terlobat narkoba yang diawali dengan mencoba ganja yang cara pemakainnya sama dengan rokok ( merokok ganja baunya sangat menyengat, dan dari jauh baunya sudah tercium ). Setelah mencoba ganja mereka akan mencoba pil koplo, BK dan selanjutnya heroin morfin dan lain sebagainya.

Efek dari penggunaan Rokok adalah :

–          Meninbulkan sakit jantung

–          Sakit paru – paru

–          Sakit batuk / asma

–          Penyakit kanker

–          Badan sering lemas

–          Sesak napas

–          Badan menjadi kurus

3)      Inhalesia atau Solven

Adalah uap bahan yang mudah menguap yang dihirup. Contohnya aerosol, aica airbone, korek api gas, cairan untuk dry cleaning, tinner dan uap bensin. Umumnya digunakan oleh anak dibawah umur atau golongan kurang mampu / anak jalanan. Penggunaan menahun toulen yang terdapat pada lem dapat menimbulkan kerusakan fungsi kecerdasan otak.

Efek dari Inhalesia atau Solven adalah :

–          Pada mulanya terasa terangsang

–          Dapat menghilangkan pengendalian diri

–          Bernafas menjadi lambat dan sulit

–          Tidak mampu membuat keputusan

–          Terlihat mabuk dan jalan sempoyongan

–          Mual, batuk dan bersin – bersin

Berbagai istilah seputar narkoba :

–          Sakaw : sakit karena lagi ‘nagih’.

–          BD : sebutan untuk bandar narkoba.

–          Parno : paranoid karena ngedrugs.

–          Junkies: sebutan untuk pecandu.

–          Relaps : kembali lagi ngedrugs karena ‘rindu’.

–          Bong : alat mengisap shabu.

–          O-de : over dosis.

–          PT : sebutan lain putauw (heroin).

–          Ngubas atau nyabu : pakai shabu-shabu.

–          Bedak/etep putih : sebutan lain putauw/heroin.

–          Wakas : ketagihan.

–          Pakauw : pakai putauw.

–          Kipe/cucauw/nyipet/ngecam : nyuntik/memasukan obat ke tubuh.

–          Pedauw/badai : teler/mabok

–          Ubas : shabu.

–          Kertim : kertas timah.

–          Afo : aluminium foil.

–          Bhironk : orang Nigeria/pesuruh.

–          Insul/spidol : alat suntik.

–          Paket/pahe : pembelian heroin/putauw dalam jumlah terkecil.

–          Gauw : gram.

–          Sperempi : ¼ gram.

–          Setangki : ½ gram.

–          Giber/giting/gonjes : mabok/teller.

–          Hawai/cimeng/rasta/ulah/gele/buda/stik : ganja.

–          Selinting : 1 batang rokok/ganja.

–          Inex : Ecstasy.

–          Amphet : amphetamine.

–          Snip : pakai putauw lewat hidung (dihisap).

–          Ngedrag : baker putauw diatas timah.

–          Bokul : beli barang.

–          Gepang : punya putauw/ heroin.

–          Gitber : giting berat/mabok berat.

–          Spirdu : sepaket berdua.

–          Betrik : dicolong/ nyolong.

–          Koncian : simpanan barang.

–          BB : barang bukti.

–          Coke : kokain.

–          Jokul : jual.

–          Bokauw : bau.

–          Kurus : kurang terus.

–          Gantung : setengah mabok.

–          BT/snuk : pusing/ buntu.

–          Boat/ boti : obat.

–          Abses : salah tusuk urat/bengkak.

–          KW : kualitas.

–          Mupeng : muka pengen.

–          Pyur : murni.

–          BT : Bad Trip (halusinasi yang serem).

–          Teken : minum obat/pil/kapsul.

  1. Latar belakang seseorang menyalahgunakan Narkoba
  1. Faktor individu, seperti :

–          Kurang percaya diri

–          Kurang tekun dan cepat merasa bosan

–          Rasa ingin tahu dan ingin mencoba

–          Mengalami depresi, cemas atau persepsi hidup yang tidak realistis

  1. Faktor lingkungan, seperti:

–          Mudah diperolehnya Narkoba

–          Hubungan antara keluarga tidak efektif dan harmonis

–          Kondisi sekolah tidak tertib

–          Berteman dengan pecandu Narkoba

  1. Dampak Negatif Akibat Penyalahgunaan Narkoba
  1. Gangguan Biologi ( kondisi fisik )

Dapat timbul akibat pemberian zat itu sendiri, bahan campuran atau pelarut, cara pakai atau alat yang tidak steril dan gaya hidup yang kurang baik. Adapun gangguan biologi, seperti :

1)      Infeksi

2)      penyakit kulit

3)      Hepatitis B dan C

4)      Endokarditis / Jantung

5)      Anemia

6)      Gigi keropos karena karies

7)      Kerusakan susunan sistem syaraf pusat pada otak

  1. Gangguan Psikologi ( kejiwaan )

Dalam hal ini pecandu atau pemakai akan mengalami tekanan kejiwaan sehingga mudah sensitif atau agresif terhadap hal – hal sekecil apapun. Adapun gengguan psikologi, seperti :

1)      Mudah marah emosi

2)      Sedih yang berlebihan

3)      Terlibat dalam tindak keriminal

  1. Gangguan Sosial

Pemakai akan mengalami perubahan sosial dalam arti kata umumnya pemakai menjauhkan diri dari lingkungan dan hanya merasa nyaman sesama pemakai saja. Adapun gangguan sosial, seperti :

1)      Menyendiri di kamar\

2)      Menarik diri dalam berkumpul dengan keluarganya

  1. Kiat Pencegahan Terhadap Narkoba
  1. Pembinaan kehidupan beragama yang baik disekolah, keluarga dan lingkungan
  2. Kominikasi harmonis antara remaja dan orang tua, guru dan lingkungan
  3. Berperilaku positif seperti olahraga dan ikut organisasi sekolah\
  4. Pengembangan hobby
  5. Menerapkan gaya hidup sehat
  6. Menghargai semua remaja ( peer group ) dan anggota keluarga
  7. Penyelesaian masalah secara positife dan konstruktif

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan singkat dan jelas

  1. Jelaskan pengertian Narkoba !
  2. Apa saja dampak negatif akibat penyalahgunaan Narkoba !
  3. Sebutkan kiat apa saja yang dilakukan untuk pencegahan Narkoba !
  4. Berdasarkan jenisnya Narkoba dibagi atas tiga kategori, yaitu !
  5. Sebutkan berbagai macam istilah seputar Narkoba, yang ada ketahui !

Kunci Jawaban

  1. Pengertian Narkoba

Menurut WHO (1982) Narkoba adalah Semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis tidak termasuk makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal.

Narkoba adalah istilah umum yang merupakan kependekan dari Narkotika dan obat – obat terlatang, yang meliputi :

  1. Narkotika, yaitu suatu obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis atau semisintatis, yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan nyeri dan dapat menyebabkan ketergantungan. ( UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika )
  2. Psikotropika, yaitu zat obat baik alamiah maupun sintesis yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada sususan syaraf pusatyang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. ( UU No.5 tahun 1997 tentang psikotropika )
  3. Zat adiktif lainya, yaitu bahan lain ( bukan Narkotika atau Psikotropika ) yang penggunaannya menimbulkan ketergantungan psikologis  dan fisik. ( Depkes, 2001 )
  1. Dampak negatif akibat pennyalahgunaan Narkoba
    1. Gangguan Biologi ( kondisi fisik )

Dapat timbul akibat pemberian zat itu sendiri, bahan campuran atau pelarut, cara pakai atau alat yang tidak steril dan gaya hidup yang kurang baik. Adapun gangguan biologi, seperti :

1)      Infeksi

2)      penyakit kulit

3)      Hepatitis B dan C

4)      Endokarditis / Jantung

5)      Anemia

6)      Gigi keropos karena karies

7)      Kerusakan susunan sistem syaraf pusat pada otak

  1. Gangguan Psikologi ( kejiwaan )

Dalam hal ini pecandu atau pemakai akan mengalami tekanan kejiwaan sehingga mudah sensitif atau agresif terhadap hal – hal sekecil apapun. Adapun gengguan psikologi, seperti :

1)      Mudah marah emosi

2)      Sedih yang berlebihan

3)      Terlibat dalam tindak keriminal

  1. Gangguan Sosial

Pemakai akan mengalami perubahan sosial dalam arti kata umumnya pemakai menjauhkan diri dari lingkungan dan hanya merasa nyaman sesama pemakai saja. Adapun gangguan sosial, seperti :

1)      Menyendiri di kamar

2)      Menarik diri dalam berkumpul dengan keluarganya

  1. Kiat pencegahan
    1. Pembinaan kehidupan beragama, baik disekolah, keluarga dan lingkungan
    2. Komunikasi harmonis antara remaja dan orang tua, guru dan lingkungan
    3. Berpeliraku positif seperti olahraga dan ikut organisasi sekolah
    4. Pengembangan hobby
    5. Menerapkan gaya hidup sehat
    6. Menghargai sesama remaja ( peer group ) dan anggota keluarga
    7. Penyelesaian masalah secara positif dan konstruktif

.

  1. Jenis narkoba dibagi kedalam tiga kategori :

1)      Narkotika

Nakotika adalah zat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintasis maupun bukan semi sintasis yang menyebabkan pengaruh bagi penggunanya. Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, hilangnya semangat, halusinasi atau timbulnya khayalan – khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya. Jenis – jenis narkoba yang termasuk narkotika opium. Kokain, ganja dan sebagainya.

2)      Psikotropika

Zat yang dapat menurunkan aktifatas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan prilaku, disertai dengan timbulnya efek halusinasi ( mengkhayal ), ilusi, gangguan cara berfikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi ( merangsang ) bagi para pemakainya.

3)      Zat Adiktif lainnya

Bahan bahaya ini adalah zat adiktif bukan narkotika atau psikotropika atau zat – zat baru hasil olahan manusia yang dapat menyebabkan efek kecanduan. Adapun zat adiktif yang termasuk kedalam kategori ini adalah minuman keras yang mengandung alkohol dan nikotin yang terdapat pada rokok dan inhalasia atau solven.

  1. Berbagai istilah seputar narkoba :

–          Sakaw : sakit karena lagi ‘nagih’.

–          BD      : sebutan untuk bandar narkoba.

–          Parno   : paranoid karena ngedrugs.

–          Junkies: sebutan untuk pecandu.

–          Relaps             : kembali lagi ngedrugs karena ‘rindu’.

–          Bong   : alat mengisap shabu.

–          O-de    : over dosis.

–          PT        : sebutan lain putauw (heroin).

–          Ngubas atau nyabu     : pakai shabu-shabu.

–          Bedak/etep putih         : sebutan lain putauw/heroin.

–          Wakas             : ketagihan.

–          Pakauw : pakai putauw.

–          Kipe/cucauw/nyipet/ngecam : nyuntik/memasukan obat ke tubuh.