1. A. Pengertian glaukoma
    1. 1. Glaukoma merupakan kelebihan mata yang dicirikan dengan  rusaknya saraf optik yang berfungsi untuk menbawa pesan-pesan cahaya dari mata ke otak

(Ilyas,Sudarta. 1998. Penuntun ilmu penyakit mata. Jakarta : Balai penerbit FKUI)

  1. 2. Glaukoma adalah suatu keadaan dimana tekanan bola mata meningkat tidak normal dengan gangguan lapang pandangan dan atropi papil syaraf optik

(Tjokronegoro,Arjatmo. 1998. Penuntun ilmu penyakit mata, Jakarta. Balai penerbit        FKUI)

  1. 3. Glaukoma adalah sekelompok gangguan yang melibatkan beberapa perubahan atau gejala patologis yang ditandai dengan peningkatan tekanan intraokular (TIO) dengan segala akibatnya

(Istiqomah,Indriana N. 2004. Asuhan keperawatan klien gangguan mata. Jakarta. EGC)

  1. 4. Glaukoma adalah kondisi gangguan mata yang disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata (kornea) sehingga menyebabkan kerusakan syaraf optik yang memicu penurunan daya penglihatan.

(Waliban.1993. Ophthalmology. Jakarta : Binarupa Aksara)

B. Penyebab Glaukoma

  1. Tekanan bola mata
  2. Kerusakan serabut syaraf mata
  3. Blindspot (kebutaan)
  4. Umur
  5. Riwayat anggota keluarga yang terkena glaukoma
  6. obat-obatan
  7. Penderita rabun jauh atau rabun dekat
  8. Riwayat trauma pada mata
  9. Penyakit lain seperti diabetes, Hipertensi dan migren

C. Tanda dan gejala glaukoma

  1. Penyempitan lapang pada tepi
  2. sakit kepala ringan
  3. Gangguan penglihatan yang tidak jelas
  4. Penurunan fungsi penglihatan yang tidak ringan
  5. Terbentukanya lingkaran berwarna disekeliling cahaya
  6. Nyeri pada mata dan kepala

D. Pengobatan-pengobatan glaukoma

secara umum ada 3 jenis tindakan yang biasa dilakukan pada penderita glaukoma yaitu :

  1. 1. Pemberian obat-obatan, dapat berupa obat tetes mata, obat yang diminum atau obat yang dimasukkan melalui infus ( bila pasien dirawat ).

Tujuan utama pemberian obat adalah untuk menurunkan tekanan bola mata. Ada 3 mekanisme/ cara kerja obat-obat glaukoma dalam munurunkan tekanan bola mata yatiu dengan:

– menurunkan produksi cairan dalam bolamata / cairan humor

– memperlancar aliran keluar cairan bolamata/ cairan humor

– mengurangi volume cairan dalam bolamata (diberikan melalui infus)
Karena ada beberapa mekanisme kerja obat, seringkali dokter memberikan lebih dari 1 macam obat untuk mencapai tekanan bolamata yang diharapkan. Obat-obat anti glaukoma terutama diberikan kepada pasien dengan glaukoma sudut terbuka. Pada glaukoma sudut tertutup, obat-obatan diberikan sebagai bagian dari persiapan untuk tindakan selanjutnya ( laser atau operasi ). Setelah laser atau operasi kadang-kadang masih diperlukan obat tetes mata bila tekanan bolamata belum mencapai angka yang diharapkan.

2. Laser glaukoma. Tujuan laser glaukoma adalah untuk membuat saluran bagi

cairan bola mata ( cairan humor ) sehingga alirannya menjadi lebih lancar,

dengan demikian diharapkan tekanan bolamata dapat turun.

3. Operatif . Prosedur operasi untuk glaukoma ada beberapa macam, untuk

kasus-kasus tertentu operasi katarak juga dapat merupakan operasi untuk

mengatasi glaukoma. Tujuan utama operasi pada glaukoma adalah untuk

menurunkan tekanan bola mata agar saraf penglihatan tidak rusak/ mati

tekanan bolamata yang tinggi dan tidak menjamin kembalinya tajam

penglihatan yang telah hilang/ berkurang. Karena sebagaimana telah

dikemukakan sebelumnya bahwa hilangnya/ berkurangnya tajam penglihatan                                  akibat glaukoma bersifat permanen.

Yang penting untuk disadari, dicermati dan dicegah semaksimal mungkin adalah bahwa dalam setiap tindakan medis, selalu ada risiko terjadi efek samping atau komplikasi. Karena itu penting sekali pasien menginformasikan kondisi umum kesehatannya, atau riwayat penyakit sistemik yang diderita ( misalnya adanya penyakit paru, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kencing manis, migrain, pernah mengalami perdarahan yang hebat, riwayat batu ginjal dll ).

E. Perawatan pre op glaukoma

a. Mencukur bulu mata

b. Pemeriksaan TIO, meliputi :

Gliserin per oral, 1 ml/kg berat badan ditambah air/jeruk nipis dengan              volume yang sama (untuk nengurangi bau), Pilokarpin atau KSR tetes   mata,   Asetazolamid tablet, Infus manitol 20% kalau perlu, Berikan antibiotik        topikal sesuai pesanan

c. Mencuci rambut

F. Perawatan post op glaukoma

a. Pemberian antibiotik subkonjungtiva oleh ahli oftalmologis

b.Tinggikan bagian kepala tempat tidur 15-20 derajat

c. Laporkan drainase pada dokter dengan segera

d. Berikan laksatif untuk mencegah konstipasi

e. Bantu klien ambulasi dan makan sesuai kebutuhan efek anestesi hilang

f.instruksikan klien untuk tidak berbaring pada posisi operatif

g. intruksikan klien untuk melaporkan gejala nyeri dahi, nyeri mata hebat.

h. Observasi dan laporkan komplikasi pembedahan

i. Hindari latihan fisik/olahraga berat selama 3 minggu

Butir Soal

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas.

  1. Apakah pengertian dari glaukoma menurut  Tjokronegoro Arjatmo ?
  2. Sebutkan beberapa persiapan dalam menghadapi operasi glaukoma?
  3. Sebutkan apa saja persiapan sesudah operasi glaukoma?

Kunci Jawaban

  1. Glaukoma adalah suatu keadaan dimana tekanan bola mata meningkat tidak normal disertai dengan gangguan lapang pandangan dan atrofi papil saraf opti.
  2. Beberapa Persiapan dalam menghadapi operasi glaukoma :
    1. Mencukur bulu mata
    2. Pemeriksaan TIO, meliputi :

Gliserin per oral, 1 ml/kg berat badan ditambah air/jeruk nipis dengan volume yang sama (untuk nengurangi bau), Pilokarpin atau KSR tetes mata, Asetazolamid tablet, Infus manitol 20% kalau perlu, Berikan antibiotik topikal sesuai pesanan

  1. Mencuci rambut
  2. Apa saja yang dilakukan setelah menghadapi operasi glaukoma :
    1. Pemberian antibiotik subkonjungtiva oleh ahli oftalmologis
    2. Tinggikan bagian kepala tempat tidur 15-20 derajat
    3. Laporkan drainase pada dokter dengan segera
    4. Berikan laksatif untuk mencegah konstipasi
    5. Bantu klien ambulasi dan makan sesuai kebutuhan s/d efek anestesi hilang
    6. instruksikan klien untuk tidak berbaring pada posisi operatif
    7. intruksikan klien untuk melaporkan gejala nyeri dahi, nyeri mata hebat.
    8. Observasi dan laporkan komplikasi pembedahan
    9. Hindari latihan fisik/olahraga berat selama 3 minggu