1. Pengertian Kaki Diabetik

Kaki diabetik adalah kelainan tungkai kaki bawah akibat diabetes yang tidak terkontrol. Kelainan kaki diabetes mellitus disebabkan oleh 3 hal yaitu :

Gangguan pembuluh darah

Keadaan hiperglikemia yang terus menerus akan mempunyai dampak pada kemampuan pembuluh darah tidak berkontraksi dan relaksasi berkurang. Hal ini mengakibatkan sirkulasi darah dalam tubuh menurun, terutama pada kaki. Dengan gejala antara lain:

  • Sakit pada tungkai bila berdiri, berjalan, dan melakukan kegiatan fisik.
  • Jika teraba kaki terasa dingin, tidak hangat.
  • Rasa kaki nyeri pada waktu istirahat dan malam hari
  • Sakit pad atelapak kaki setelah berjalan
  • Jika luka sukar sembuh
  • Pemeriksaan tekanan nadi di kaki menjadi kecil atau hilang
  • Perubahan warna kulit, kaki tampak pucat atau kebiru-biruan.

Gangguan persyarafan

Masalah pertama yang timbul adalah kerusakan saraf ditangan dan kaki. Dengan saraf yang telah rusak, penderita diabetes tidak akan dapat merasakan sakit, panas, atau dingin pada tangan dan kaki mereka. Luka pada kaki dapat menjadi buruk karena penderita diabetes tidak menyadari adanya luka tersebut. Kehilangan rasa ini disebabkan kerusakan saraf, disebut juga neuropati diabetik.

Adanya infeksi

Penurunan sirkulasi darah kaki menghambat proses penyembuhan luka, akibatnya kuman masuk ke dalam luka dan terjadi infeksi.

2. Pengertian dan Tujuan perawatan kaki diabetes

Perawatan kaki diabetes adalah sebagian dari upaya pencegahan primer pada pengelolaan kaki diabetik yang bertujuan untuk mencegah terjadinyan luka.

Tujuan  dari perawatan kaki diabetes adalah :

1.  mengetahui adanya kelainan kaki secara dini.

2.  mencegah terjadinya luka, infeksi, kaki membusuk dan amputasi tungkai.

3. Masalah-masalah yang terjadi pada kaki diabetes.

Luka melepuh pada kaki akibat pemakaian sepatu yang sempit atau bau pada orang yang tidak diabetes adalah hal yang biasa, tetapi bagi orang diabetes luka tersebuh menjadi masalah besar.

Adanya masalah tersebut pada kaki diabetes akan menimbulkan beberapa masalah yang pada umumnya terjadi antara lain :

  1. Kapalan, mata ikan, dan melepuh

Kapalan (callus), mata ikan (kutilmulmul) merupakan penebalan atau pengerasan kulit nyang juga terjadi pad kaki diabetic, akibat dari adanya neuropati dan penurunan sirkulasi darah dan juga gesekan atau tekanan yang berulang-ulang pada daerah tertentu dikaki. Kejadian kulit melepuh atau iritasi sering diakibatkan oleh pemakaian sepatu yang sempit.

b.  Cantengan

Cantengan merupakan kejadian luka infeksi pada jaringan sekitar kuku yang sering disebabkan adanya pertumbuhan kuku yang salah. Keadaaan ini disebabkan oleh perawatan kuku yang tidk tepat misalnya pemotongan kuku yang salah, kebiasaan mencungkil kuku yang kotor.

Kulit kaki retak dan luka kena kutu air

Kerusakan saraf dapat menyebabkan kulit sangat kering, bersisik, retak, dan pecah-pecah terutama pada sela-sela jari kaki. Kulit kaki yang pecah memudahkan berkembangnya infeksi jamur yang dikenal dengan kutu air, yang dapat berlanjut menjadi ulkus ganggren.

d.  Kutil pada telapak kaki

Kutil pada telapak kaki disebabkan oleh virus dan sangat sulit dibersihkan.

Radang ibu jari ( jari seperti martil )

Pemakaian sepatu yang terlalu sempit dapat menimbulkan luka pada jari-jari kaki, kemudian terjadi peradangan. Adanya neuropati dan peradangan yang lain pada jari ibu kaki menyebabkan terjadinya perubahan bentuk ibu jari kaki seperti martil (hammer toe).

4. Perawatan Kaki Diabetes Sehari-hari

  1. Periksa kaki setiap hari, apakah ada kulit retak, melepuh, luka, pendarahan.
  2. Bersihkan kaki setiap hari pada waktu mandi dengan air bersih dan sabun mandi.
  3. Berikan pelembab / lotion (hand body lotion ) pada daerah kaki yang kering, tetapi tidak pada sela-sela jari kaki.
  4. Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal jari kaki, tidak terlalu pendek atau terlalu dekat dengan kulit. Bila kuku keras, rendam kaki dengan air hangat kuku (37°C) selama ±  5 menit, bersihkan dengan sikat kuku, sabun dan air bersih.
  5. Memakai alas kaki sepatu atau sandal untuk melindungi kaki agar tidak terjadi luka.
  6. Gunakan sepatu atau sandal yang baik yang sesuai dengan ukuran dan enak untuk dipakai.
  7. Pakailah kaus kaki / stocking yang pas dan bersih yang terbuat dari bahan yang mengandung katun.
  8. Bila ada luka kecil, obati luka dan tutup dengan pembalut bersih. Periksa apakah ada tanda-tanda radang.
  9. Hindari celana ketat atau mengunakan sesuatu yang ketat di pergelangan kaki.
  10. Hentikan merokok yang dapat memperparah peredaran darah yang buruk ke kaki.
  11. Segera ke dokter bila kaki mengalami luka.
  12. Periksalah kaki ke dokter secra rutin.

5. Hal – hal yang tidak boleh dilakukan pada kaki diabetes

a.  Jangan merendam kaki

b.  Jangan menggunakan botol panas atau peralatan listrik untuk memanaskan kaki

c.  Jangan menggunakan batu atau silet untuk mengurangi kapalan ( callus )

d. Jangan merokok

e.  Jangan pakai sepatu atau kaos kaki yang sempit

Jangan menggunakan obat-obat tanpa anjuran dokter untuk menghilangkan “mata ikan”

g.  Jangan menggunakan sikat atau pisau untuk kaki

h.  Jangan membiarkan luka kecil dikaki, sekecil apapun luka tersebut.

6. Senam kaki diabetes

Kaki diabetik mengalami gangguan sirkulasi darah dan neuropati dianjurkan untuk melakukan latihan jasmani atau senam kaki sesuai dengan kondisi dan kemampuan tubuh. Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bebtuk kaki (deformitas).

Latihan senam kaki dapat dilakukan dengan posisi berdiri, duduk, dan tidur dengan cara menggerakkan kaki dan sendi-sendi kaki misalnya berdiri dengan kedua tumit diangkat, mengangkat kaki dan menurunkan kaki. Latihan senam kaki diabetes dapat dilakukan setiap hari secara teratur, sambil santai dirumah bersama keluarga, juga waktu kaki terasa dingin lakukan senam ulang.