Kambing Jawarandu merupakan hasil persilangan dari kambing peranakan etawa dengan kambing kacang. Kambing peranakan etawa berasal dari India sementara kambing kacang merupakan kambing lokal Indonesia yang punya tingkat reproduksi tinggi. Kambing ini memliki ciri separuh mirip kambing etawa dan separuh lagi mirip kambing kacang. Kambing ini dapat menghasilkan susu sebanyak 1,5 liter per hari.

kambing jawarandukambing jawarandu

Tak seperti kambing peranakan etawa yang bentuknya gagah, kambing Jawarandu mempunyai bentuk fisik mirip kambing kacang. Tak heran jika kambing Jawarandu atau disebut juga Bligon, Gumbolo, Koplo dan Kacukan ini lebih cocok dikonsumsi sebagai kambing pedaging, baik untuk kambing jantan maupun betina.

Jantan maupun betina sama-sama merupakan tipe pedaging. Kambing ini memiliki karakteristik dengan ukuran tubuh yang lebih kecil dari kambing etawa, dengan bobot kambing jantan dewasa dapat lebih dari 40 kg, sedangkan betina dapat mencapai bobot 40 kg, baik jantan maupun betina bertanduk (lurus atau ke samping), memiliki telinga lebar terbuka, panjang dan terkulai, warna tubuh dominan pada umumnya putih (61,5%), sebagian berwarna coklat muda (23,08%) dan coklat (15,38%). Pola warna tubuh umumnya adalah satu warna sekitar 69,23% dan sisanya terdiri dari dua warna 15,38% dan tiga warna 15,38%. Rataan litter size kambing gembrong adalah 1,25 kg, rataan bobot lahir tunggal 2 kg dan kembar dua 1,5 kg. Tingkat kematian prasapih 20%.