Sudah banyak pengorbanaan yang dilakukan kedua orangtuaku agar aku bisa bahagia, tangisan yang ada di dirinya tak pernah diperlihatkan olehku agar ku tak memikirkannya. Karena mereka hanya berharap senyum dari wajahku yang selalu terlihat. Ayah dan ibu aku anakmu yang sedang menitih jalan menuju kesuksesaan yang nantinya kalian nantikan. Saat ini aku dewasa, yang akan mempunyai masa depan yang indah bersama ayah dan ibu. 2 tahun lagi aku akan turun langsung ke masyarakat dan menjalani hidup indahku. Aku hanya berharap doamu selalu menyertaiku. Aku 2 tahun lagi ingin bercita-cita lulus dengan nilai yang baik dan bekerja ditempat yang baik pula.

Setelah bekerja nanti aku ingin sekali mempunyai rumah dan menghadiahkan orangtuaku naik haji. Meski itu mungkin harapan yang terlalu tinggi, aku akan terus berusaha tanpa kenal menyerah. Sebenarnya masih banyak cita-cita yang aku inginkan nanti, namu aku tidak ingin muluk-muluk. Membuat orang tuaku tersenyum pun, itu akan menjadi secercah semangatku untuk terus maju dan maju. Sekarang aku harus kuliah sungguh-sungguh agar cita-citaku tercapai. Aku tidak ingin mengecewakaan orang tuaku yang menyayangiku, aku tak ingin melihat mereka sedih. Berdosa sekali jika ku membuat mereka meneteskan air mata kesedihan untukku. Dan untuk seterusnya orang tuaku menjadi yang utama dalam hidupku, agar ku nanti bisa menyayangi istri dan anakku nanti.