Mesir bergejolak !! demo dan unjuk rasa dilakukan demi menyampaikan aspirasinya. Hal ini mereka lakukan karena merasa sudah gerah dengan Presiden Mesir Husni Mubarok yang telah memimpin Mesir selama 30 tahun.

Jutaan warga turun ke jalan untuk melakukan aksi gerakan menekan Presiden Mesir agar mengundurkan diri. Tapi sayang, Presiden Mesir Husni Mubarok tidak begitu mudahnya berniat mengundurkan diri. Kembali.. Husni Mubarok hanya menjanjikan perubahan yang lebih baik buat Mesir, dia masih ingin mengawal Negara Mesir hingga dilangsungkannya Pemilihan Umum di Negara Mesir.

Akibat dari gejolak demonstrasi tersebut, banyak warga yang jadi korban baik itu meninggal ataupun luka berat dan ringan. Fasilitas umum juga mengalami banyak kerusakan. Kantor-kantor hampir sebagian besar tutup. Aktivitas perekonomian juga menjadi lumpuh. Sehingga masyarakat Mesir mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Hal ini sama seperti halnya Indonesia pada saat demo besar-besaran menuntut presiden Suharto untuk turun dari bangku pemerintahaan.

Hal ini tentu saja tidak hanya menimpa warga Mesir saja, karena di Mesir banya juga Warga Negara Indonesia, mereka tinggal di Mesir dalam rangka study dan berkerja. Karena banyaknya WNI yang tinggal di Mesir, Pemerintah Indonesia mulai mengevakuasi WNI untuk dipulangkan ke Indonesia sedikit demi sedikit.WNI yang diprioritaskan untuk pulang terlebih dahulu adalah ibu-ibu (perempuan) dan anak-anak.Sementara laki-laki direncanakan pulang di periode berikutnya.Tidak hanya WNI yang dipulangkan, hampir sebagian warga negara asing di Mesir mulai dipulangkan ke negaranya masing-masing. Hal ini terpaksa mereka lakukan demi keselamataan warga negara Indonesia yang berada di sana.

Gejolak demonstrasi dalam suatu negara adalah sesuatu yang wajar. Tidak ada yang salah dengan demonstrasi, meskipun secara logika dan idealisme hendaknya demonstrasi dilakukan dengan cara-cara yang bijaksana dan humanis. Tetapi kemudian, semua orang pasti paham bahwa akumulasi kebencian yang memuncak pasti dapat mengakibatkan kericuhan dan anarkisme. Masyarakat Mesir sepertinya sudah terlalu jengah dengan Presiden Husni Mubarok yang mengulur-ulur waktu dan bermain secara politis. Masyarakat hanya ingin satu hal yaitu: Presiden Mesir Husni Mubarok mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden.

Ditengah-tengah arus demonstrasi, secara tiba-tiba ada gerakan masa yang pro terhadap Presiden Mesir. Masa yang pro disinyalir sebagian berasal dari aparat-aparat Mesir. Bentrokan tentu tidak terhindarkan lagi, masa dari pihak yang pro dan kontra akhirnya saling menyerang satu sama lain. Tidak sedikit yang menjadi korban Dan kejadian ini tentunya menimbulkan ketakutan yang luar biasa bagi masyarakat Mesir yang tidak turun ke jalan.

Disini merupakaan salah satu bukti demi kekayaan seseorang, mereka rela melakukan dan mempertahaankan suatu pangku kekuasaan tanpa memikirkan orang-orang dibawahnya.  jelas-jelas masyarakat Mesir sudah tidak menginginkan dia, tapi kenapa dia tidak tahu malu…?? Pemimpin yang disegani itu adalah yang dihargai dan dihormati oleh warganya. Tetapi jika warga sudah tidak menginginkan lagi untuk apa masih bertahan…?? Siapa lagi yang akan dipimpin..?? Kalau Husni Mubarok punya perasaan, pasti dia malu dan segera mengundurkan diri. Dari pada memimpin tetapi tidak ada yang menginginkan lagi.Malu dung, memaksakan diri untuk tetap memimpin.

 

Biofrafi presiden Hosni Mubarak (Muhammad Hosni Said Mubarak) lahir pada Jumat, 4 Mei 1928 di Kafr-al Musailha, Mesir dan ia adalah presiden Mesir sejak tahun 1981.

Muhammad Hosni Mubarak telah menjadi presiden Republik Arab Mesir sejak 14 Oktober 1981 menggantikan presiden Anwar Sadat. Hosni Mubarak dilatih sebagai pilot dan naik di jajaran angkatan udara Mesir selama 1960-an dan 70-an. Mubarak adalah wakil presiden Anwar Sadat pada tahun 1975 , dan pada tahun 1978 Mubarak menjadi wakil ketua Partai Demokrat Nasional / National Democratic Party (NDP), partai politik pemerintahan di Mesir. Ketika Sadat dibunuh, Mubarak menjadi ketua NDP. Sehingga ia punya kontrol penuh terhadap pemerintah. Berjalan tanpa perlawanan, Mubarak memenangkan kepresidenan dalam referendum nasional pada tahun 1987, 1993 dan 1999.Selama kepresidenannya, Hosni Mubarak telah fokus pada pertumbuhan ekonomi dan beringsut ke arah reformasi politik, tetapi hal itu diwarnai isu bahwa pemerintahannya dekat dengan kediktatoran. Pada tanggal 7 September 2005 ia dengan mudah memenangkan pemilihan sehingga ia menjabat presiden, lima kali berturut-turut.

Pernah rakyat Mesir turun ke jalan untuk memprotes Hosni Mubarak pada awal tahun 2011, agar dia segera mengundurkan diri dari kursi kepresidenan Mesir Namun hal ini sia-sia karena belum kompaknya warga mesir.

Langkah Mubarak yang sudah lama dinanti-nanti rakyat Mesir tersebut pun disambut baik oleh beberapa negara barat.

Berikut komentar mereka sebagaimana dilaporkan Reuters, Jumat (11/2/2011) waktu Kairo.

Amerika Serikat
Wakil Presiden Joe Biden mengatakan perubahan kekuasaan di Mesir adalah momentum penting dalam sejarah Mesir dan Timur Tengah. Dia mengatakan transisi di Mesir haruslah perubahan yang permanen. Sementara itu pihak Gedung Putih mengatakan, Presiden Barack Obama akan menyampaikan pernyataan mengenai Mesir dalam waktu yang akan ditentukan.

PBB
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon meminta transisi pemerintahan yang transparan, teratur dan damai di mesir melalui pemilihan umum yang kredibel menuju pemerintahan sipil.

Rusia
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, negaranya berharap perkembangan terakhir di Mesir akan membantu memulihkan kembali fungsi dan stabilitas struktur kekuasaan di Mesir. Rusia berharap bukan hanya pemerintah tetapi juga kelompok oposisi memiliki keinginan untuk menstabilkan keadaan.

Israel
Pejabat Senior Israel mengatakan terlalu dini meramalkan dampak pengunduran diri Mubarak. Namun, Israel berharap perubahan menuju demokrasi di Mesir akan terjadi tanpa kekerasan dan perjanjian damai tetap terjaga.

Gaza
Juru Bicara Hamas mengatakan, pengunduran diri Mubarak merupakan awal dari kemenangan revolusi Mesir. Kemenangan itu adalah hasil dari pengorbanan dan keteguhan rakyat Mesir.

“Kami akan menyerukan kepada kepemimpinan baru Mesir untuk segera mengambil keputusan membuka blokade terhadap Gaza dan memuka perbatasan Rafah secara permanen untuk memungkinkan rakyat bergerak bebas supaya proses rekonstruksi Gaza dimulai,” katanya.

Semoga dengan turunannya pangku pemerintahan Husni Mubarok mesir dapat menjadi lebih baik lagi. Yang paling penting kesejahtraan rakyat mesir bisa hidup bahagia tanpa ada tekanan dari penguasa Negeri itu..

Wasalam..