Category: Kesehatan


Pengertian penyakit TB

Penyakit yang disebabkan oleh kuman atau bakteri Mycobacterium tubercolusis yang menyerang paru-paru dan sebagian lagi dapat menyerang diluar paru-paru, seperti kelenjar getah bening (kelenjar), kulit, usus/ saluran pencernaan, selaput otak dan sebagainya.

Tanda dan gejala penyakit TB

Adapun tanda dan gejala bahwa seseorang terkena penyakit TB yaitu:

1.Batuk berdahak lebih dari 4minggu

2.Batuk kadang-kadang berdarah/ bercampur darah

3.Sesak saat bernafas

4.Dada nyeri atau sakit

5.Suhu tubuh naik lebih dari 1bulan

6.Berkeringat pada malam hari

Tujuan pengobatan penyakit TB

Pengobatan penyakit TB dilakukan dengan beberapa tujuan :

1.Menyembuhkan penderita

2.Mencegah kematian

3.Mencegah kekambuhan

4.Nenurunkan resiko penularan

Beberapa tempat untuk berobat penyakit TB

Penderita penyakit TB dapat berobat dibeberapa tempat antara lain :

1.Puskemas

Rumah sakit

3.Rumah sakit paru

4.Dokter umum atau Dokter spesialis

Kapan dilakukan pengobatan penyakit TB

Pengobatan diberikan setelah penderita dinyatakan menderita TB oleh dokter/ petugas kesehtan dari hasil ditemukannya kuman Mycobacterium TB

Yang harus diperhatikan penderita penyakit TB

Satu hal yang harus diperhatikan dan dilakukan yaiu keteraturan minum obat TB sampai dinyatakan sembuh, biasanya berkisar antara 6-8 bulan.

  1. Akibat dari tidak rutin minum obat TB

Akibat pendeita tidak rutin / teratur minum obat ada beberapa hal yang akan terjadi antara lain :

1.Kuman penyakit TB kebal sehingga penyakitnya lebih sulit di obati.

2.Kuman berkembang lebih banyak dan menyerang organ lain.

3.Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.

4.Biaya pengobatan semakin mahal.

5.Masa produktif yang hilang banyak.

Obat-obat penyakit TB

Obat-obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit TB

1.Rimfamfisin

2.INH (isoniazid)

3.Etambutol

4.Pyrazianid

5.Streptomisin (injeksi)

Cara minum obat TB yang benar

1.Minum obat dalam keadaan perut kosong

2.Anggota keluaraga ikut aktif sebagai Pengawas Mium Obat (PMO)

3.Jangan berhenti minum obat sendiri tanpa perintah dakter

Efek samping obat TB

Mual, muntah, hilang nafu makan, kulit kuning, air kemih berwarna teh, lemas, kram perut, perubahan pada penglihatan.

A. Pengertian

Kehamilan resiko tinggi adalah ibu hamil yang mempunyai resiko atau bahaya yang lebih besar pada kehamilan / persalinannya dibandingkan ibu hamil dengan kehamilan  / persalinan normal. Setiap ibu yang mengalami keadaan seperti ini membutuhkan asuhan khusus sebelum, selama, setelah persalinan.

B. Tanda- Tanda Kehamilan Resiko Tinggi

1)       Tekanan darah tinggi dari 140 / 90 mmHg.

Perlu diketahui bahwa tekanan darah tinggi ada dua. Pertama, penderita yang sudah mengidap hipertensi sebelum kehamilan terjadi. Kedua, penderita hipertensi  akibat kehamilan itu sendiri. Jadi mungkin saja sebelum kehamilan tekanan darah ibu normal, lalu disaat kehamilan mendadak tinggi. Kondisi inilah yang disebut preklamsia dan eklamsia. Preklamsia biasanya terjadi pada kehamilan lebih dari 20 minggu dan harus segera ditangani agar tidak meningkat menjadi eklamsia yang tidak saja berbahaya bagi ibu tapi juga janin. Ibu bisa mengalami kejang- kejang hingga bisa tidak terselamatkan, tentunya jika ibu tidak terselamatkan , janin pun bisa mengalami nasib yang sama.

2)       Kaki bengkak ( udema )

Biasanya pembengkakan terjadi pada tungkai bawah, yang disebabkan penekanan rahim yang membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Hal ini tampak saat usia kehamilan semakin tua. Jika pembengkakan juga terjadi pada tangan dan wajah., atau sakit kepala kadangkala disertai kejang. Ini bisa membahayakan keselamatan ibu dan bayi dalam  kandungan.

Untuk mengetahui apakah kaki mengalami pembengkakan tekanlah kulit disekitar pergelangan kaki dengan ibu jari. Jika tempat yang ditekan menjadi kempis dan tidak segera pulih berarti kaki tersebut bengkak.

3)   Peningkatan berat badan lebih dari 5 kg / kurang dari 4 kg

Penambahan berat badan yang normal hingga kehamilan berusia 6 bulan adalah sekitar 1- 1,5 kg / bulan. Setelah memasuki kehamilan bulan 7 kenaikan bobot sebaiknya berkisar antara 0,5- 1/ bulan.

4)     Pucat

Wajah pucat, kelopak dalam mata pucat, telapak tangan pucat, mudah lelah, lemah, lesu, kemungkinan ibu hamil menderita anemia ( kurang darah ). Sebenarnya ibu hamil kekurangan hemoglobin pada sel darah merahnya. Pada ibu hamil. anemia sering disebabkan kekurangan zat besi. Anemia kekurangan zat besi mudah diatasi dengan pemberian tambahan pil zat besi (sulfas ferosus) atau tablet penambah zat besi lainnya. Anemia dalam kehamilan berakibat buruk pada kehamilan dan janin yang dikandung. Pasokan oksigen janin kurang normal. Gangguan plasenta dan pendarahan pasca persalinan juga sering terjadi pada ibu hamil yang anemia.

5)   Tinggi badan kurang dari 145 kg

Wanita hamil yang mempunyai tinggi badan kurang dari 145 cm, memiliki resiko tinggi mengalami persalinan secara premature, karena lebih mungkin memiliki panggul yang sempit.

6)   Pendarahan

Pendarahan adalah salah satu kejadian yang menakutkan selama kehamilan. Pendarahan ini dapat bervariasi mulai dari jumlah yang sangat kecil (bintik-bintik), sampai pendarahan hebat dengan gumpalan dan kram perut . Pendarahan hamper 30 % terjadi pada kehamilan. Kondisi ini terjadi di awal masa kehamilan (trimester pertama), tengah semester (trimester kedua) atau bahkan pada masa kehamilan tua (trimester ketiga). Perdarahan pada kehamilan merupakan keadaan yang tidak normal sehingga harus diwaspadai. Ada beberapa penyebab perdarahan yang dialami oleh wanita hamil. Setiap kasus muncul dalam fase tertentu. Ibu hamil yang mengalami perdarahan perlu segera diperiksa untuk mengetahui penyebabnya agar bisa dilakukan solusi medis yang tepat untuk menyelamatkan kehamilan. Adakalanya kehamilan bisa diselamatkan, namum tidak jarang yang gagal. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kandungan disertai dengan pengajuan beberapa pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan terjadinya perdarahan. Bila perlu dilakukan pemeriksaan penunjang seperti ultrasonographi (USG) dan pemeriksaan laboratorium.

7)   Demam tinggi

Demam tinggi pada ibu hamil biasanya disebabkan karena infeksi atau malaria. Demam tinggi biasanya membahayakan keselamatan jiwa ibu bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran  premature.

  1. C. Cara Mencegah Kehamilan Resiko Tinggi

1)   Tidak melahirkan pada umur kurang dari 13 tahun / lebih dari 35 tahun.

2)   Hindari jarak kelahiran terlalu dekat / kurang dari 2 tahun.

3)      Rencanakan jumlah anak 2 orang saja.

4)      Memeriksa kehamilan secara teratur pada tenaga kesehatan seperti posyandu, puskesmas, rumah sakit.

5)   Memakan makanan yang bergizi.

D. Penyakit- Penyakit Yang Tergolong Sebagai Kehamilan Resiko Tinggi

1)                              Tekanan darah tinggi ( hipertensi )

Tekanan darah tinggi terjadi karena pembuluh darah yang menegang sehingga membuat tekanan darah meningkat.

Gejala umum : pusing, sakit kepala, disertai bengkak di daerah tungkai dan apabila dilakukan pemeriksaan labotarium ada protein yang tinggi dalam urine.

Penanganannya :

ü  Rutin berkunjung ke dokter dan ceritakan pada dokter mengenai riwayat kesehatan ibu yang memiliki tekanan darah tinggi. Dengan begitu dokter bisa melakukan pengawasan ketat selama masa kehamilan.

ü  Mengkomsumsi obata-obatan yang berfungsi menurunkan tekanan darah sesuai yang diintruksikan oleh dokter. Jika tekanan darah ibu tetap tinggi hingga mengancam keselamatan, maka janin harus di keluarkan.

ü  Rajin mengontrol tekanan darah dengan cara mengukur tekanan darah setiap berkunjung ke dokter.

ü  Waspadai penambahan bobot selama kehamilan. Penambahan berat badan ibu hamil pengidap hipertensi sebaiknya tidak lebih dari 2 kg / bulan.

ü  Kurangi komsumsi makanan bergaram.

2)   Tekanan darah rendah ( hipotensi )

Biasanya dengan ukuran tekanan darah 90 / 60. Dimana gejala yang dialami umumnya sama dengan hipertensi seperti pusing, sakit kepala disertai tubuh lemas. Hipotensi biasanya terjadi pada ibu hamil  yang kurang tidur / kurang istirahat dan kecapean.

Penangananya :

ü  Cukup istirahat dan cukup tidur.

ü  Makan makanan yang dapat menaikan tensi darah  seperti daging kambing selama porsinya tidak banyak dan terkontrol.

ü  Diperbolehkan makan makanan yang bergaram atau asin selama komsumsinya terkontrol.

3)   Diabetes

Kehamilan dapat mempengaruhi timbulnya penyakit diabetes pada seseorang. Perlu diketahui saat kehamilan terjadi perubahan tingkat karbohidrat dalam tubuh ibu. Hal ini terjadi karena selama kehamilan dibutuhkan energi yang lebih dari biasanya bagi pertumbuhan janin. Hanya saja intake karbohidrat yang meningkat dapat membuat persediaaan hormon insulin dalam tubuh tak mencukupi. Akibatnya terjadi penimbunan kadar gula  yang tinggi dalam darah yang menyebabkan kenaikan kadar gula darah.

Gejala dan keluhan diabetes yang khas adalah banyak makan, banyak minum dan banyak kencing

Penangananya :

ü  Lakukan konsultasi dengan dokter kandungan, dokter penyakit dalam dan ahli gizi.

ü  Bila penyakit diabetes itu merupakan bawaan. Lakukan pengobatan sebelum hamil, minimal  lakukan persiapan mengatur kadar gula darah.

ü  Jika kemudian hamil, lakukan kontrol kadar gula darah sebelum usia kehamilan mencapai 8 minggu. Dengan demikian kelainan dapat terdeteksi dan dicegah.

ü  Perhatikan peningkatan berat badan.

ü  Sebaiknya pemeriksaan labolatorium terhadap gula darah dilakukan secara rutin demi pencegahan hal- hal yang tidak di inginkan.

ü  Bagi penderita diabetes ringan atau kadar gula darah sekitar 140, lakukan diet makanan dengan mengatur pemasukan karbohidrat, protein dan lemak.

4)   Jantung

Bagi ibu hamil yang mengalami penyakit jantung yang tergolong parah, kalaupun hamil perlu  perawatan intensif di rumah sakit dengan resiko sbb :

ü  Ibu tidak dapat diselamatkan.

ü  Bayi lahir dengan berat rendah karena sirkulasi darah dan makanan dari ibu ke janin tidak lancar.

ü  Ancaman keguguran pada trimester pertama.

Penangananya :

ü  Kehamilan pada ibu dengan gangguan jantung yang tergolong parah di akhiri sebelum usia kandungan mencapai 20 minggu.

ü  Ibu hamil yang memiliki penyakit jantung golongan ringan / sedang biasanya masih diperbolehkan hamil.

5)   Asma

Ibu pengidap asma tak perlu ragu merencanakan kahamilan karena tak setiap kondisi kehamilan diperparah dengan penyakit yang penting asma tidak kambuh.

Penangananya :

ü  Ibu hamil hendaknya menjaga diri agar asma nya tidak kambuh.

ü  Melakukan kontrol kedokter.

ü  Minum obat- obatan yang diberikan dokter.

ü  Latihan  pernapasan bila kehamilan sudah semakin besar untuk mengurangi rasa sesak yang ditimbulkan.

6)   Hepatitis B

Adalah peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus dengan gejala selaput mata bewarna kuning, air seni bewarna seperti teh, malaise ( cepat lelah), mengalami demam dan rasa tidak enak. Sejauh ini belum ditemukan cacat bawaan pada bayi dari ibu pengidap Hepatitis B.

Penangananya :

ü  Melakukan kontrol kedokter kandungan dan dokter ahli penyakit dalam.

ü  Melakukan pemeriksaan kadar HbsAg (antigen hepatitis B ) diusia kehamilan 4 bulan keatas untuk memonitor jumlah virus dalam darah.

ü  Mengkomsumsi obat- obatan untuk mengatasi Hepatitis B yang diberikan dokter.

ü  Mendapatkan penanganan medis untuk mencegah pendarahan pasca persalinan.

ü  Bayi yang lahir dari ibu pengidap hepatitis B, begitu lahir harus langsung mendapat vaksinasi hepatitis.

E. Pemeriksaan Kehamilan

Pemerikasaan kehamilan dilakukan untuk mengetahui perkembangan janin di dalam kandungan.

Pemeriksaan kehamilan dilakukan :

1)    Umur kehamilan sampai dengan 28 minggu ( 7 bulan ), pemeriksaan kehamilan dilakukan setiap 4 minggu sekali.

2)    Umur kehamilan sampai 28 minggu – 36 minggu, pemeriksaan kehamilan dilakukan setiap 2 minggu sekali.

3)    Umur kehamilan lebih dari 36 minggu ( 9 bulan ), pemeriksaan kehamilan dilakukan setiap minggu.

A.Pengertian

Ialah beberapa rangkaian latihan sederhana yang dilakukan oleh ibu setelah pasca operasi sesar. Umumnya dilakukan 24 jam setelah selesai operasi sesar

B.Tujuan

  • Agar bias bergerak kembali karena semakin cepat dilakukan latihan maka akan mempercepatproses penyembuhan.
  • Untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelum hamil.

C. Manfaat

  • Badan terasa enak
  • Menurunkan berat badan
  • Berkurangnya stress pasca melahirkan
  • Tubuh bisa kembali ke bentuk normal

D. Program Latihan Pergerakan SetelahPost Operasi Seksio Sesaria

Latihan Tahap Pertama

Latihan ini dapat dilakukan 6 jam setelah operasi sasar selama ± 20 menit

  1. Dalam keadaan berbaring, tarik nafas panjang lewat hidung lalu hembuskan melalui mulut secara perlahan. Lakukan beberapa kali hingga tubuh merasa lega dan segar.

A. Tujuan Pembelajaran

1.Tujuan Pembelajaran Umum

Setelah dilakukan pembelajaran tentang latihan pergerakan pada ibu post operasi seksio sesaria, diharapkan mahasiswa/i mampu mengetahui dan memahami mengenai latihan pergerakan post operasi seksio sesaria.

2. Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah dilakukan pembelajaran tentang latihan pergerakan pada ibu post operasi seksio sesaria, diharapkan mahasiswa/I dapat :

a)     Menjelaskan tentang pengertian latihan pergerakan post operasi seksio sesaria dengan benar

b)    Menjelaskan tujuan latihan pergerakan post operasi seksio sesaria dengan tepat

c)     Menjelaskan manfaat latihan pergerakan post operasi seksio sesaria dengan tepat

d)    Menperagakan program latihan pergerakan post operasi seksio sesaria dengan benar

A. Pengertian

Kepanjangan narkoba yang tepat adalah narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Banyak jenis narkotika yang memberi manfaat yang besar bila digunakan dengan baik dan benar dalam bidang kedokteran. Dengan pengertian seperti itu, narkoba jelas tidak selalu berdampak buruk. Karenanya, sikap anti narkoba adalah keliru. Yang benar adalah sikap anti penyalahgunaan narkoba. Jadi, yang kita perangi bukan narkoba, melainkan penyalahgunaannya.

B. Jenis-jenis Narkoba

Narkoba dibagi dalam tiga jenis yaitu narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Tiap jenis terbagi lagi menjadi beberapa kelompok

Narkotika

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penururnan atau perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.(UU RI No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika)

Penggolongan narkotika:

  1. Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya karena daya adiktifnya sangat tinggi. Golongan ini tidak boleh digunakan untuk kepentingan apapun, kecuali untuk penelitian atau ilmu pengetahuan. Contoh: ganja, heroin, kokain, opium, morfin.
  2. Narkotika golongan II adalah narkotika yang memiliki daya adiktif kuat tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: pethidin, benzetidin, betametadol.
  3. Narkotika golongan III adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan dan bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: kodein.

Psikotropika

Psikotropika adalah zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintesis, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada sistem saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.(UU RI No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika)

Penggolongan psikotropika:

  1. Psikotropika golongan I adalah psikotropika dengan daya adiktif yang sangat kuat, belum diketahui manfaatnya dan sedang diteliti khasiatnya untuk pengobatan. Contoh: MDMA (Metil Dioksi Metamfetamin), ekstasi, LCD, STP.
  2. Psikotropika golongan II adalah psikotropika dengan daya adiktif kuat, berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: metamfetamin, amfetamin, metakualon.
  3. Psikotropika golongan III adalah psikotropika dengan daya adiksi sedang serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: lumibal, buprenorsina, fleenitrazepam.
  4. Psikotropika golongan IV adalah psikotropika dengan daya adiktif ringan, berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: nitrazepam (BK, mogadon, domulid), diazepam.
  5. Bahan adiktif lainnya

Golongan adiktif lainnya adalah zat-zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan. Contohnya:

  1. Rokok
  2. Kelompok alkohol dan minuman lain yang memabukkan dan menimbulkan ketagihan
  3. Thinner, lem kayu, penghapus cair, aseton, cat, bensin, yang bila dihisap, dihirup dan dicium dapat memabukkan.

C. Jenis-jenis Narkoba yang Sering Disalahgunakan

Diantara berbagai jenis narkoba, ada beberapa narkoba yang paling populer dan banyak disalahgunakan yaitu sebagai berikut:

Narkoba dibagi dalam tiga jenis yaitu narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Tiap jenis terbagi lagi menjadi beberapa kelompok

Narkotika

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penururnan atau perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.(UU RI No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika)

Penggolongan narkotika:

  1. Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya karena daya adiktifnya sangat tinggi. Golongan ini tidak boleh digunakan untuk kepentingan apapun, kecuali untuk penelitian atau ilmu pengetahuan. Contoh: ganja, heroin, kokain, opium, morfin.
  2. Narkotika golongan II adalah narkotika yang memiliki daya adiktif kuat tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: pethidin, benzetidin, betametadol.
  3. Narkotika golongan III adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan dan bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: kodein.

Psikotropika

Psikotropika adalah zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintesis, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada sistem saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.(UU RI No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika)

Penggolongan psikotropika:

  1. Psikotropika golongan I adalah psikotropika dengan daya adiktif yang sangat kuat, belum diketahui manfaatnya dan sedang diteliti khasiatnya untuk pengobatan. Contoh: MDMA (Metil Dioksi Metamfetamin), ekstasi, LCD, STP.
  2. Psikotropika golongan II adalah psikotropika dengan daya adiktif kuat, berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: metamfetamin, amfetamin, metakualon.
  3. Psikotropika golongan III adalah psikotropika dengan daya adiksi sedang serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: lumibal, buprenorsina, fleenitrazepam.
  4. Psikotropika golongan IV adalah psikotropika dengan daya adiktif ringan, berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: nitrazepam (BK, mogadon, domulid), diazepam.
  5. Bahan adiktif lainnya

Golongan adiktif lainnya adalah zat-zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan. Contohnya:

  1. Rokok
  2. Kelompok alkohol dan minuman lain yang memabukkan dan menimbulkan ketagihan
  3. Thinner, lem kayu, penghapus cair, aseton, cat, bensin, yang bila dihisap, dihirup dan dicium dapat memabukkan.

1. Ganja

Nama lainnya adalah Canabis indica. Nama sebutan ganja dalam pergaulan di lingkungan bandar dan pemakai adalah cimeng, mariyuana, rumput, bunga, ikat, labang atau jayus. Ganja merupakan tanaman perdu yang berdaun banyak, berbentuk mirip dengan daun singkong, berjari ganjil, dengan pinggiran agak bergerigi dan berbulu. Di beberapa daerah, daunnya sering digunakan sebagai bumbu penyedap masakan. Sebagai penyedap masakan, efek adiktif (ketagihan) dan mengantuknya tidak terlalu kuat. Zat aktif dari ganja adalah THC (Tetra Hydro Cannabinol) yang banyak terdapat di daun, batang dan bunga. Bila daun ganja dikeringkan, efek dari zat aktif ini lebih besar. Bentuk ganja yang biasa dipakai:

  1. Terbanyak: daun kering sebagai “tembakau”
  2. Budha stick, dibentuk jadi batang
  3. Minyak ganja (hasis)

Reaksi : tenang, rileks, lupa masalah-masalah yang pelik, mengantuk, logika berfikir berkurang sehingga mudah diajak melakukan hal-hal buruk seperti mencuri, melacur, berkelahi dan lain –lain. Efek lainnya adalah makan dengan lahap, bengong, halusinasi.

Overdosis : bila dosis pemakaian terlalu banyak, akibatnya adalah sangat mengantuk sampai tertidur, pupil mengecil, denyut nadi dan kesadaran turun, pingsan, meninggal.

Sakaw : bila pecandu dipaksa berhenti memakai ganja, ia akan mengalami sakaw atau withdrawal effect. Gejalanya adalah keluar keringat dingin, pikiran kacau, mudah tersinggung, pupil melebar, jantung berdebar, sulit tidur dan hilang nafsu makan.

2. Obat (Psikotropika)

Di kalangan pemakai, istilah “OBAT” atau “BOAT” sangat populer. Kata obat diperuntukkan bagi obat-obatan medis yang tergolong psikotropika dan neuroleptika yang banyak digunakan oleh dokter untuk mengobati gangguan jiwa dan saraf.

Psikotropika dan neuroleptika yang sering disalahgunakan adalah

Tranquilizer mayor=Neuroleptikum

Dalam dunia kedokteran, obat ini digunakan untuk mengobati kecemasan, ketegangan atau kegelisahan. Obat ini biasanya disalahgunakan oleh orang yang tidak sakit untuk mendapatkan ketenangan jiwa. Efek sampingnya, orang jadi teler, tertidur, perhitungan sering meleset, kesadaran menurun sehingga sering bertindak ngawur, dapat berubah menjadi sakit dan kejam. Contoh: anatensol, stelazine, haldol, serenace

Antidepresan

Dalam dunia kedokteran, obat ini digunakan untuk mengobati rasa tertekan (depresi). Tanda pemakaian: bicara kacau, pengendalian diri hilang, seperti mabuk tapi tidak berbau alkohol. Overdosis: nafas pendek, kulit dingin, pupil melebar, koma. Sakaw: gelisah, sukar tidur, tertawa tidak wajar. Contoh: anafrinie, herzox, prozac, zolof

Stimulansia (perangsang saraf pusat atau simpatometik)

Obat ini menghilangkan rasa lapar, lelah, sedih, mengantuk, tertekan, depresi dan dapat meningkatkan aktivitas. Overdosis: gelisah, suhu tubuh naik, tertawa tidak wajar, berkhayal. Sakaw: lesu, tidur lama, cepat marah, depresi. Contoh: amfetamin

Hipnotika (obat tidur)

Contoh: halcion, BK, golongan benzodiazepin (dumolid, mogadon), golongan fenotiazin ( malleryl, fenergan), esilgan.

Penenang (Tranquilizer minor)

Contoh: ativan, aurorix, frisum

3. Ekstasi

Ekstasi merupakan psikotropika yang bentuk dan warnanya bermacam-macam. Ada yang berbentuk bulat, lonjong, wajik, segitiga, jambu, jeruk dan lain-lain. Tablet ini tidak digunakan dalam bidang kedokteran. Ekstasi diproduksi oleh pabrik gelap khusus untuk disalahgunakan, yaitu untuk mendapatkan efek gembira, hilangnya rasa sedih, hilangnya rasa kecewa, hilangnya rasa marah, tubuh terasa fit dan segar. Daya adiktif obat ini cukup tinggi.

a. Cara pakai: biasanya diminum dengan air mineral. Di pasaran, ekstasi dijual dengan nama sandi INEX, XTC, Leon, kancing, benik, venus, biskuit, tango, pinx lady, melon dan lain-lain.

b.  Isinya: Metil Dioksimetamfetamin (MDMA)

c.  Reaksi: bila sedang ON atau mengalami reaksi, pemakai merasa gembira berlebihan (euforia), hilang rasa sedih, hilang rasa malu, hilang rasa lapar, pusing dan  kantuk. Pemakai akan merasa fit, sehat dan kuat.

d. Overdosis: hipertensi (TD naik), hipertermia (merasa panas), jantung berdebar, denyut nadi naik, dada terasa sakit, pupil melebar, tidak dapat tidur, sekarat akhirnya meninggal.

e.  Sakaw: bila kebiasaan memakai ekstasi dihentikan maka akan timbul reaksi putus zat. Reaksi putus zat berupa perasaan lemah, letih, lesu, sedih, sunyi, hampa, merasa tidak berguna, putus asa kemudian bunuh diri.

4. Shabu

Banyak orang yang menyebutnya shabu-shabu, SS, sasa, coconut, crystal atau gold river. Shabu tergolong psikotropika stimulan. Shabu berbentuk bubuk mengkilat seperti kristal mirip garam dapur. Shabu berisi metamfetamin yang dicampur dengan berbagai psikotropika. Shabu tidak digunakan dalam dunia kedokteran karena tidak berguna dalam pengobatan.

  1. Cara pakai: dengan ngebong, yaitu bubuk dibakar di atas kertas timah. Asapnya ditampung melalui corong dan masuk ke pipa/ selang/ sedotan dan dialirkan ke botol, lalu dihisap atau dihirup dengan hidung.
  2. Reaksi: euforia yang lebih hebat dari amfetamin, hilang rasa duka, hilang rasa kesal, hilang malu, hilang lapar, hilang kantuk, hilang rasa capek, badan terasa segar, fit dan energik. Efek negatif: paranoid, ketakutan, sulit konsentrasi, ketagihan. Narkoba ini sering dipakai oleh para seniman, pelawak, artis, penyanyi, pelukis, para eksekutif, profesional, mahasiswa, pelajar dan ibu-ibu untuk menambah rasa percaya diri dan meningkatkan kinerja kerja.
  3. Overdosis: gelisah, ketakutan, badan terasa seperti terbakar,kepela pusing, leher seperti dicekik, dada sakit, jantung berdebar, nafas sesak, kejang, pupil lebar, mual, muntah, sekarat lalu meninggal.
  4. Sakaw: bila kebiasaan memakai ekstasi dihentikan maka akan timbul reaksi putus zat. Reaksi putus zat berupa perasaan rendah diri, sangat sedih, hampa, sepi, malu, mengantuk, lemas, badan dingin, pupil mengecil, TD menurun, pingsan, putus asa lalu bunuh diri.

Pemakai shabu/ ekstasi yang kronis tampak kurus, lusuh, selalu merasa haus, mata merah, malas mandi, emosi labil, dan sering bangun kesiangan. Bila sedang memakai, mereka tampil energik (biasanya artis, pelawak dan penyanyi), selalu bergerak, sering minum karena selalu haus. Bila sedang tidak memakai, fisik tampak lemah, lesu dan loyo.

5. Putaw

Putaw berbentuk seperti bubuk atau puyer. Bentuk seperti ini sering diberi nama PT, pete, etep, putih atau bedak. Bubuk ini tampak agak kotor seperti tepung terigu. Isinya adalah heroin.  Putaw tidak digunakan dalam bidang kedokteran karena tingkat adiksinya sangat tinggi dan belum dapat diobati. Putaw biasanya dibungkus dengan kertas sebesar ujung jari yang disebut “pahe” atau “paket hemat” seberat 0,1 gram atau 1 gauw.

  1. Cara pemakaian: yang paling berbahaya dan sering dilakukan karena efeknya paling cepat terasa adalah dengan dilarutkan dalam air kemudian disuntikkan ke pembuluh darah. Cara ini juga hemat karena dengan dosis rendah saja sudah bereaksi. Cara lainnya adalah dengan melukai atau menyayat bagian tubuh tertentu (tangan, kaki, penis, vagina, lidah dan lain-lain), kemudian menaburkan bubuk putaw ke luka yang berdarah tadi. Putaw dapat juga digunakan dengan cara diminum langsung tapi reaksinya kecil.
  2. Reaksi: tenang, tenteram, damai, rileks, bebas dari rasa sakit, bebas dari rasa sedih, kesal, marah, jengkel dan pusing hilang.
  3. Overdosis: gelisah, panik, sangat ketakutan, keringat dingin, ngantuk berat, pupil mengecil, dingin, TD menurun, pucat, sesak nafas, jantung melemah, denyut nadi menurun, sakit kepala, sekarat kemudian meninggal.
  4. Sakaw:  bila kebiasaan memakai ekstasi dihentikan maka akan timbul reaksi putus zat. Gejalanya adalah perasaan gelisah, khawatir, takut, keluar air mata, air liur, ingus, kejang otot lambung, kejang otot tubuh, mual, muntah, panas, TD naik, sakit kepala, nyeri tulang dan sendi, jantung berdebar.

Ciri umum orang yang sudah terbiasa dan sedang menggunakan putaw adalah mata sayu, kelopak mata terkesan lelah (jatuh), muka pucat, tenang, mengantuk, bicara cadel, pemalu, pendiam, sulit bergaul, biasanya berbadan kurus dan tampak lusuh. Ada bekas sayatan di pergelangan tangan, kaki, lidah, payudara atau kemaluan. Pemakai putaw yang sedang tidak menggunakan tampak gelisah, rendah diri, menghindar dari pergaulan. Pemakai sering kali tampak seperti orang pilek

.

THREE IN ONE: MULTIPLE DRUGS

Pemakai narkoba biasanya tidak hanya memakai satu macam narkoba saja. Setelah berpengalaman memakai satu jenis narkoba, mereka biasanya menambah satu jenis lagi, demikian seterusnya sampai dalam satu waktu mereka dapat memakai tiga atau empat macam narkoba dalam waktu yang sama. Hal ini disebut three in one. Kombinasi pemakaian terbanyak adalah: ganja, kemudian ekstasi lalu putaw bersama ganja, kokain dan morfin. Pemakai seperti ini tidak memiliki gejala khusus karena gejala yang timbul bercampur-baur. Pemakai ini sering mengalami penyakit-penyakit berbahaya dan gangguan mental serius sehingga cepat meninggal atau gila.

D. Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba

Sebelum membahas tentang dampak negatif penyalahgunaan narkoba, ada baiknya kita mengetahui tiga sifat khas pada narkoba yang sangat berbahaya, yaitu:

  1. Habitual: sifat pada narkoba yang membuat pemakainya akan selalu teringat, terkenang dan terbayang sehingga cenderung untuk selalu mencari dan rindu (seeking). Sifat inilah yang membuat pemakai narkoba yang sudah sembuh kelak bisa kambuh (relaps) dan memakai kembali. Perasaan sangat rindu ingin memakai kembali disebabkan oleh kesan kenikmatan yang dalam bahasa gaul disebut “nagih” atau “suggest”.
  2. Adiktif: sifat narkoba yang membuat pemakainya terpaksa memakai terus dan tidak dapat menghentikannya. Penghentian atau pengurangan pemakaian narkoba akan menimbulkan efek putus zat atau “withdrawal effect”, yaitu perasaan sakit luar biasa atau dalam bahasa gaul disebut sakaw.
  3. Intoleran: sifat narkoba yang membuat tubuh pemakainya semakin lama semakin menyatu dengan narkoba dan menyesuaikan diri dengan narkoba itu sehingga menuntut dosis pemakaian semakin tinggi

.

Dampak negatif akibat penyalahgunaan narkoba:

  1. Dampak terhadap fisik

Pemakai narkoba dapat mengalami kerusakan organ tubuh dan menderita penyakit sebagai berikut:

  1. Kerusakan pada otak: penyakitnya dapat berupa stroke atau cacat mental
  2. Kerusakan pada hati
  3. Kerusakan pada ginjal: dapat berupa infeksi ginjal atau gagal ginjal
  4. Kerusakan pada jantung: sering terjadi serangan jantung koroner
  5. HIV/ AIDS: menular dikalangan pemakai narkoba melalui pemakaian jarum suntik bersama, hubungan seks, berciuman dan lain-lain
  6. Hepatitis B dan C
  7. Sifilis: sering menular diantara pemakai narkoba karena kedekatan hubungan pribadi satu pemakai dengan pemakai lainnya sehingga kemungkinan melakukan ciuman dan hubungan intim semakin besar.
  8. Dampak psikologi (kejiwaan)

Pada umumnya, pemakai narkoba menjadi:

  1. Tertutup (pemalu)
  2. Rendah diri
  3. Egois
  4. Jahat (psikosis)
  5. Paranoid (selalu curiga dan bermusuhan)
  6. Sering mengurung diri di kamar
  7. Dampak sosial
    1. Tidak perduli terhadap orang lain (menjadi asosial)
    2. Sering terlibat dalam tindakan kriminal dan kekerasan sehingga merugikan masyarakat

E. Latar Belakang Seseorang Menyalahgunakan Narkoba

  1. Ingin kenikmatan yang cepat
  2. Ketidaktahuan
  3. Alasan internal, yang terdiri dari:
  4. Ingin tahu
  5. Ingin dianggap hebat
  6. Rasa setia kawan
  7. Rasa kecewa, frustasi, kesal
  8. Ingin bebas dari rasa sakit/ pusing
  9. Ingin menikmati rasa gembira, tampil lincah, energik dan mengusir rasa sedih dan malas (pada eksekutif dan selebritis)
  10. Ingin tampil langsing
  11. Takut mengalami rasa sakit (sakaw)
  12. Alasan keluarga: Keluarga tidak harmonis. Konflik di dalam keluarga dapat mendorong anggota keluarga merasa frustasi sehingga terjebak dengan memilih narkoba sebagai solusi.
  13. Alasan orang lain, dapat berupa:
    1. Tipu daya: Narkoba disebut sebagai vitamin, obat, pil pintar, pil sehat atau food suplement.
    2. Bujuk rayu: Untuk memasarkan narkoba, pengedar memilih profesi sebagai wanita penghibur (WTS). Wanita tersebut merayu akan mau melayani kencan kalau bersama-sama mengkonsumsi narkoba terlebih dahulu.
    3. Paksaan: Dipaksa oleh sekawanan atau seseorang yang mengancam akan mencelakainya jika tidak mau mengkonsumsi narkoba.
    4. Jaringan peredaran luas sehingga narkoba mudah didapat
    5. Strategi pemasaran yang jitu oleh sindikat pengedar dan bandar narkoba

F. Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba

  1. Pembinaan kehidupan beragama, yaitu dengan mengajak pemakai bertobat.
  2. Meningkatkan dukungan dari keluarga untuk memotivasi agar pemakai cepat sembuh.
  3. Berikan nasihat kepadanya untuk berobat ke pusat rehabilitasi Narkoba.
  4. Ajaklah pemakai ikut aktif dalam kegiatan kemasyarakatan yang positif, seperti olahraga, senibudaya atau kegiatan produktif lainnya.
  5. Masyarakat ikut membantu Pemerintah dalam melaporkan bandar Narkoba maupun pengedar.

Istilah Internal/ Kode Rahasia

Perdagangan dan peredaran narkoba adalah aktivitas melanggar hukum. Karenanya, mereka menciptakan kode, sandi atau istilah sendiri agar aktivitasnya tidak diketahui oleh orang luar, termasuk ayah, ibu, saudara atau temannya.

  1. Acid                      : LCD, suatu senyawa sintetik yang tergolong halusinogen
  2. Amper                   : amplop
  3. Badog                   : sekali pakai dalam jumlah banyak
  4. Badai                     : fly akibat penggunaan obat
  5. Barang                   : obat, biasanya putaw
  6. BB atau barbuk     : barang bukti
  7. Black Heart           : salah satu jenis ekstasi
  8. BD                                    : bandar
  9. Bo’at                     : obat

10.  Bokul                    : beli

11.  Bong                     : botol plastik yang dindingnya diberi lubang dan melalui

lubang itu dimasukkan sedotan plastik untuk minuman

12.  Br                          : barang=obat, putaw

13.  Budha stick           : ganja

14.  Butterfly               : salah satu jenis ekstasi

15.  Cimeng                  : ganja

16.  Cucau                    : menggunakan heroin melalui suntikan di urat darah

17.  DUM                     : dumolid, salah satu merek obat tidur

18.  Etep                       : putaw

19.  Fly                         : mabuk, intoksikasi

20.  Gap                       : tertangkap. Ketahuan

21.  Gauw                    : satuan berat, khusus untuk putaw

22.  Gelek                     : ganja

23.  Getrek                   : polisi

24.  Giting                    : intoksikasi, mabuk

25.  High                      : euforia karena intoksikasi

26.  Inex                       : salah satu jenis ekstasi

27.  Insul                      : suntikan, spuit (insulin)

28.  Jackpot                  : muntah

29.  Junkies                  : pecandu narkoba berat

30.  Kendi                    : kena sedikit untuk putaw

31.  Kentang                : kena tanggung untuk shabu-shabu

32.  Kertim                   : kertas timah, tempat membakar putaw untuk disedot

33.  Lexo                      : Lexotan, salah satu merek obat penenang

34.  Linting                  : ukuran jumlah untuk ganja

35.  MG                        : mogadon, salah sato merek obat tidur

36.  Ngedrag                : chasing the dragon / menghirup asap heroin yang dibakar

di atas kertas timah

37.  Ngelem                  : pakai inhalan

38.  Ngive                    : cara suntik lewat pembuluh darah vena

39.  Ngubas                  : memakai shabu

40.  Nipam                   : nama suatu obat tidur

41.  OD                                    : kelebihan dosis

42.  Pakaw                   : sedang pakai putaw

43.  Pedaw                   : orang yang sedang mengalami kenikmatan narkoba

44.  Pil gedek               : ekstasi

45.  Pil anjing               : sedatin, suatu jenis obat tidur

46.  PS                          : pasien

47.  PT                          : putaw

48.  Putaw                    : heroin

49.  Sakaw                   : orang yang sedang menderita kesakitan karena

withdrawal effect (reaksi putus zat)

50.  Spidol                    : alat suntik

SS                                : shabu

A. Pengertian

Penyakit kaki gajah atau Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Dinamakan penyakit kaki gajah karena memang daerah yang terkena akan membengkak seperti kaki gajah.

Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapat pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik laki-laki maupun perempuan. Akibat dari penyakit ini, bukan hanya tidak indah dipandang, penderita tidak dapat bekerja secara optimal, bahkan hidup tergantung pada orang lain sehingga menjadi beban keluarga.

Penyakit ini dapat disebabkan oleh infestasi satu atau dua cacing jenis filaria yaitu  Wuchereria bancofti atau Brugla malayi. Cacing ini ditemukan didalam sistem peredaran darah limfe, otot, jaringan ikat atau rongga serosa pada vertebrata. Cacing bentuk dewasa dapat ditemukan pada pembuluh dan jaringan limfe pasien.

B. Cara Penularan

Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghisap darah orang tersebut.

Tidak seperti malaria dan Demam berdarah, filariasis dapat ditularkan oleh 23 jenis / spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes dan Armigeres. Karena inilah, filariasis dapat menular dengan sangat cepat.

Di Indonesia penyakit kaki gajah tersebar luas diseluruh provinsi. Berdasarkan hasil survei tahun 2000 yang lalu tercatat 1553 desa di 647 puskesmas dan 26 propinsi sebagai lokasi endemis, dengan jumlah kasus kronis tercatat ada 6233 orang.

C. Gejala Klinis

Gejala Filariasis atau Elephantiasis akut berupa:

  1. Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat.
  2. Pembengkakan kelenjar getah bening ( tanpa ada luka ) didaerah lipatan paha, ketiak ( lymphadenitis ) yang tampak kemerahan, panas dan sakit.
  3. Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung ( retrograde lymphangitis )
  4. Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah.
  5. Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar ( elephantiasis skroti )

D. Diagosis

Masa prepaten : 8-16 bulan.

Keluhan utama / pokok

Akut :

v  Selfagia

v  Anoreksia

v  Menggigil

v  Demam 3-5 hari, interval tak teratur.

Kronis:

v  Ekstremitas semakin membesar ( elephantiasis ).

E. Komplikasi

  1. Hidrokel.
  2. Kiluri
  3. Kiloasites.

F. Penatalaksanaan/pengobatan

Terapi Umum

Istirahat

  1. Bed rest dalam keadaan akut.
  2. Perban elastis untuk menahan edema, elephantiasis
  3. Kain penahan untuk orkitis dan epididimitis.
  4. Diet
  5. Medikamentosa
    1. Obat Pertama

1). Diethylcar bamazine ( DEC ), obat pilihan.

Dosis 3×2 mg/hari, mulai dosis kecil lalu ditingkatkan 3×3 mg

selama 21 hari.

2). DEC untuk terapi masal : 100 ( 1 tablet ) perminggu uyntuk umur >

10 tahun selama 40 minggu untuk umur > 2-9 tahun dosis 50 mg

( ½ tablet )

3). Ivermectin. Dosis tunggal 200    / kg BB diikuti 400      , masih

perlu DEC.

4). Antimikroba bila ada infeksi sekunder.

  1. Obat Alternatif
  2. Pembedahan pada kasus-kasus tertentu.

G. Pencegahan.

Pencegahan dapat dilakukan dengan :

  1. Berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk menular.
  2. Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk.
  3. Membersihkan semak-semak disekitar rumah.

Pengertian

Tali pusat adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan.Perawatan tali pusat adalah perawatan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan, infeksi dengan cara bersihkan luka. Dikatakan saluran kehidupan karena saluran ini yang selama 9 bulan 10 hari menyuplay zat-zat gizi dan oksigen ke janin. Sisa tali pusat yang menempel  diperut bayi akan mongering dan biasanya akan terlepas sendiri dalam waktu 1-3 minggu.

Tujuan

1. mencegah terjadinya infeksi

2. mempercepat tali pusat terlepas atau puput

3. mempercepat proses pengeringan pada tali pusat

Dampak dari perawatan tali pusat yang salah

1. tali pusat menjadi lambat puput atau terlepas

2. dapat menimbulkan resiko infeksi

3. menyebabkan perdarahan yang fatal bila penjepitnya menjadi    kendur

Tanda – tanda tali pusat terinfeksi

1.pangkal tali pusat dan daerah disekitar tali pusat berwarna merah

2. mengeluarkan nanah dan berbau

3.keluarnya darah pada tali pusat

Hal – hal yang harus diperhatikan dalan perawatan tali pusat

1.pastikan area tali pusat selalu bersih dan kering

2. cuci tangan  sebelum dan sesudah merawat tali pusat

3.jangan membungkus pusar atau perut ataupun mengoleskan bahan atau ramuan apapun ke putung tali pusat dan nasehati keluarga untuk tidak memberikan apapun pada pusar bayi

4.mengusapkan alcohol masih diperkenankan sepanjang tidak menyebabkan tali pusat basah atau lembab

5.beri nasehat pada ibu dan keluarga sebelum meninggalkan bayi :

a.  lipat popok dibawah putung tali pusat

b. jika putung tali pusat kotor, cuci secara hati-hati dengan air matang dan sabun. Keringkan dengan seksama dengan kain bersih

c. jelaskan pada ibu bahwa ia harus mencari bantuan perawat juka tali pusat menjadi merah atau mengeluarka nanah atau darah

Jika pusar menjadi merah atau mengeluarkan nanah atau darah segera rujuk bayi tersebut kepasilitas yang mampu untuk memberikan asuhan bayi baru lahir secara lengkap

Tali pusat harus selalu dilihat pada waktu mengganti popok sampai tali pusat tersebut lepas dan luka pada umbulikis senbuh. Tali pusat dirawat dan dijaga kebersihannya dengan menggunakan air bersih paling tidak sehari 2x  setiap 4 jam sekali atau lebih sering lagi dilakukan perawatan jika tampak basah atau lengket pada sekitar tali pusat.

Langkah-langkah dan alat-alat dalam perawatan tali pusat

a. persiapan alat

1) kassa steril

2) air bersih

3) popok

b. langkah-langkah

1) perawat mencuci tangan dengan sabun

2) pakaian bayi dilepas

3) kassa yang sebelumnya sudah ada dilepas

4) kemudian bersihkan tali pusat dengan air bersih menggunakan kassa steril lalu keringkan

5)  kemudian tali pusat dibungkus dengan kassa steril

6) pakaian bayi dirapihkan kembali, alat – alat dirapihkan dan tidurkan kembali dengan posisi sesuai dengan kebutuhan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.